Home / Warta / Politik / Masa Depan Politik Ada di Tangan Milenial, Parpol Diminta Utamakan Kader Muda
Istimewa

Masa Depan Politik Ada di Tangan Milenial, Parpol Diminta Utamakan Kader Muda

JAKARTA – Partai Politik (Parpol) saat ini harus sudah melakukan upaya kaderisasi terhadap generasi-generasi muda untuk meneruskan perjuangan para pahlawan. Mengingat, kaum milenial dewasa ini adalah investasi politik yang untuk dipersiapkan sebagai pemimpin bangsa di masa depan.

Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut menilai parpol harus mulai berbenah dengan melakukan kaderisasi kepada kader-kader muda. Sehingga bisa menciptakan calon pemimpin masa depan yang berkualitas.

“Memberikan kesempatan kepada anak-anak muda daripada sibuk mempertahankan status quo,” kata Gus Yaqut kepada awak media, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Mengingat, kata Gus Yaqut, calon pemimpin masa depan adalah sosok yang memiliki visi dan misi untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik, terhormat dan disegani. Kedua, memiliki cita-cita besar.

“Orang yang bercita-cita besar pasti berjiwa besar. Ini ditunjukkan dengan tidak pengecut dan berani korbankan apapun demi cita-cita besar itu. Tidak serakah. Tidak menjual cita-cita besar dengan harga apapun,” tuturnya.

Disisi lain, dalam proses menjadi seorang pemimpin, kata Gus Yaqut, pemuda harus memiliki mental baja agar tak mudah sakit hati dan tersinggung serta mampu menahan amarah. Kemudian, lanjut dia, mampu memaafkan sesama umat manusia.

“Berjuang bukan untuk diri kita sendiri tetapi untuk kepentingan negara dan peradaban manusia,”ucap dia.

Sementara itu, Ketua Bapilu Partai NasDem Effendy Choirie atau Gus Choi menjelaskan, terkat dengan persiapan mencetak generasi muda sebagai pemimpin bangsa, pihaknya telah membuat satu program yakni Akademi Bela Negara (ABN).

“Ketika saya jadi ketua DPW Jawa Timur saya memang telah melakukan 48 kali sekolah kader. Di tempat lain belum ada pada saat itu. Nah diskusi bagaimana kita punya kader karena partai itu memang membutuhkan kader maka kemudian lahirlah ABN. Akademi Bela Negara itu sebetulnya adalah lembaga untuk menciptakan kader NasDem,” kata Gus Choi

Dengan dibentuknya program itu, Gus Choi meyakini bahwa generasi muda akan bisa memahami betul tentang restorasi, jati diri bangsa, ideologi bangsa dan tentang sistem negara serta sejarah Indonesia.

“Nah itu yang ingin diwujudkan oleh NasDem sehingga wujudnya adalah kader yang restoratif,” ucap Gus Choi.

Menurut Gus Choi, kader restoratif itu adalah seseorang yang akan bekerja secara kolektif dan selalu punya pandangan untuk memperbaiki. Yang selalu punya pandangan untuk membangun.

“Yang terus mengajak masyarakat untuk berbuat baik. aBerikutnya kader yang selalu menggali nilai-nilai lama yang baik yang hilang itu harus diangkat kembali warisan-warisan lama. Yang hilang itu harus diangkat, harus ditampilkan kembali karena itu warisan budaya yang baik,” papar dia.

Check Also

Muncul Hoaks Ada Kerusuhan Seperti 1998, Polisi Minta Warga Tenang

JAKARTA – Situasi panas tampaknya masih akan menghiasi situasi nasional pasca-pencoblosan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: