_
Home / Warta / Politik / Mahfud MD: Opini WTP Tidak Banyak Gunanya
Mahfud MD. (ist)

Mahfud MD: Opini WTP Tidak Banyak Gunanya

agregasi

 

JAKARTA – Selama memimpin Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD mengatakan jajarannya selalu mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terkait laporan keuangan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Namun, Mahfud tidak serta merta percaya akan opini dari BPK tersebut.

“Waktu ketua BPK menyampaikan itu di kantor MK, saya bilang bahwa saya tak begitu yakin kepada WTP. Sehingga saya bekerjasama dengan PPATK. MK minta semua Pegawainya setuju (mengizinkan) rekening dan lalu lintas keuangannya direkam oleh PPATK,” tulis Mahfud MD di akun Twitter resminya, Minggu (22/9/2019).

Hal itu dilakukan lantaran lembaga yang memperoleh WTP, faktanya tidak otomatis tidak terjerat kasus korupsi.

“Agaknya predikat Wajar Tanpa Perkecualian (WTP) yang dikeluarkan BPK untuk lembaga-lembaga pemerintah tidak banyak gunanya. Nyatanya banyak lembaga yang dapat WTP (termasuk Kemenpora) masih terjerat korupsi. Ada juga yang di-OTT karena mau beli WTP. BPK pun harus ditanya,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan BPK menyerahkan laporan hasil pemeriksaan (LHS) semester I tahun 2019 kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis 19 September 2019, dan Kemenpora tahun ini memeperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Soal jual beli WTP yang dimaksud Mahfud, adalah kasus di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, beberapa waktu lalu. Auditor Utama III BPK Rochmadi Saptogiri, Kepala Auditorat III BPK Ali Sadli, Inspektur Jenderal Kemendes PDTT Sugito, dan Kabag Itjen Kemendes PDTT Jarot Budi Prabowo, pun ditangkap KPK.

Check Also

Sebut Buronan Radikal Arab Lari ke Indonesia, Din Anggap Mahfud Tebar Keresahan

JAKARTA – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menganggap pernyataan Ketua Gerakan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.