Home / Warta / Mancanegara / Mahathir “Pemerintahan Najib Bodoh”
Foto: Mahathir Mohamad (Reuters)

Mahathir “Pemerintahan Najib Bodoh”

BEIJING,Waspada.co.id – Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad memutuskan membatalkan dua proyek infrastruktur raksasa yang dibiayai perusahaan China, seusai bertemu dengan PM Li Keqiang dan Presiden Xi Jinping di Beijing.

Kedua proyek itu adalah pembangunan jalur kereta api East Cost Rail Link (ECRL), yang nilainya mencapai sekitar US$20 miliar atau sekitar Rp291 triliun dan proyek pipanisasi gas di Sabah, yang nilainya mencapai sekitar US$2 miliar atau sekitar Rp29 triliun.

Baca: Mahathir Batalkan Proyek Infrastruktur China Bernilai USD22 Miliar

Mahathir juga menyesalkan adanya kesepakatan itu, yang dibuat antara pemerintahan bekas PM Najib Razak dengan China, yang justru membebani keuangan Malaysia.

“Jika kami harus membayar kompensasi, kami akan bayar. Ini kebodohan negosiasi sebelumnya. Kami harus cari jalan ke luar dari proyek-proyek ini. Ini kebodohan orang kami sendiri,” kata Mahathir kepada media di Beijing seusai kunjungan lima hari ke China pada Selasa, (21/8) sebelum pulang ke Malaysia seperti dilansir SCMP.

Mahathir menjelaskan kedua proyek raksasa itu tidak dilanjutkan karena pemerintah Malaysia memutuskan untuk mengurangi beban utang saat ini. “Proyek-proyek ini akan ditunda hingga kami mampu membayarnya, dan juga mengurangi biayanya,” kata Mahathir.

Mahathir mengatakan dia menjelaskan kepada Jinping dan Keqiang mengapa kesepakatan perjanjian kedua proyek itu merugikan Malaysia. “Mereka sepakat,” kata dia. Menurut dia, awalnya para pemimpin China tidak memahami dengan kebijakan yang dibuat pemerintah Malaysia.

“Saya meyakini China tidak akan mau melihat Malaysia menjadi negara bangkrut,” begitu dilansir New Straits Times dalam jumpa pers Mahathir tadi.

Mahathir mengalahkan Najib Razak pada pemilu yang digelar pada 9 Mei 2018. Dia lalu mengkaji ulang sejumlah proyek infrastruktur raksasa yang disepakati Najib dengan China. Saat ini.

Najib berstatus tersangka untuk dua kasus yaitu kasus dugaan menerima suap dari SRC International, yang merupakan anak perusahaan investasi 1Malaysia Development Berhad atau 1MDB. Najib juga menjadi terdakwa untuk kasus pencucian uang, yang ditangani oleh KPK Malaysia atau MACC. (wol, tempo/data1)

Check Also

Akankah Perang Dagang China-AS Segera Berakhir?

BEIJING,Waspada.co.id – China juga menyatakan keinginannya untuk segera mengakhiri ketegangan perang dagang dengan Amerika Serikat. Menteri ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: