Home / Fokus Redaksi / Luhut: Keluarga Tak Perlu Diwakil-wakilkan

Luhut: Keluarga Tak Perlu Diwakil-wakilkan

TIGARAS,Waspada.co.id – Kunjungan Menteri Koordinator Maritim Luhut Binsar Panjaitan ke posko Tim Pencarian KM Sinar Bangun di Pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Senin (2/7), diwarnai peristiwa kurang mengenakkan. Hal itu terjadi saat Artis Senior dan Aktivis Soasial Ratna Sarumpaet mendadak mendatangi posko tersebut.

Menko Maritim menyebut, pencarian dan pengangkatan korban di Danau Toba tidaklah semudah yang dibayangkan. “Ini bukan hal yang mudah, di Danau Toba ini kita tidak memiliki teknologi yang canggih. Kalau dilakukan, akan membutuhkan waktu dan resiko,” jelasnya.

“Pencarian dihentikan secara official ya, tapi Basarnas yang ada di Toba akan tetap bekerja dengan penguatan dari Kepala Basanas,” ujar Mantan Menkopolhukam.

“Kita juga minta keluarga tidak perlu diwakil-wakilkan oleh siapapun. Keluarga bisa berkomunikasi langsung dengan saya. Dan juga tadi saya sudah sampaikan semua keluarga yang orang tuanya menjadi korban akan kami tanggung,” tegas Luhut.

Sebelumnya, Luhut Panjaitan terlibat adu mulut dengan Ratna Sarumpaet yang menolak usul penghentian pencarian korban tenggelam kapal naas itu. Ratna menyatakan tidak puas dengan sikap pemerintah yang hendak menghentikan pencarian korban KM Sinar Bangun, dalam operasi yang sudah digelar selama 15 hari.

“Saya marah karena mereka (pemerintah) sudah sepakat menghentikan pencarian korban. Kemarin sudah ada doa bersama, tabur bunga, yang dianggap pencarian selesai,” kata Ratna.

Ratna mengaku sengaja datang ke Simalungun atas nama Ratna Sarumpaet Crisis Center. Dia turut membawa sejumlah staf.

Ratna mengatakan saat itu kehadirannya mewakili para keluarga korban mengkritik keputusan pemerintah yang hendak menghentikan operasi pencarian. Dia menyatakan tidak terima dengan alasan pemerintah soal jangka waktu operasi hingga kesulitan medan dalam mengevakuasi korban.

“Mereka mengatakan perwakilan keluarga korban yang diminta berunding supaya pencarian dihentikan sudah ‘dipilih’. Makanya saya ada di sana mewakili mereka (yang tidak sepakat pencarian dihentikan). Mereka kan sedang kesulitan,” kata dia.

“Masa baru dua minggu sudah selesai. Kan bisa minta bantuan ke luar negeri. Saya tidak melihat hal itu dilakukan oleh mereka (pemerintah). Katanya alatnya sudah ada dari Singapura, tetapi malah mau dihentikan,” ujar Ratna. (wol/ags/data1)
Editor: Austin Tumengkol

Check Also

Ada 12 Pegawai Ditjen Pajak di Lion JT610 Yang Jatuh di Laut Karawang

JAKARTA, Waspada.co.id – Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Hestu Yoga ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: