Home / Warta / Mancanegara / Loloskan RUU Batasi Kritik terhadap Pemerintah, Parlemen Rusia Dikecam
Majelis rendah Rusia meloloskan dua RUU yang membatasi kritik online terhadap Kremlin (dok. AP)

Loloskan RUU Batasi Kritik terhadap Pemerintah, Parlemen Rusia Dikecam

MOSKOW, Waspada.co.id – Parlemen Rusia meloloskan dua rancangan undang-undang (RUU) yang melarang kritik yang “kurang ajar” terhadap pemerintah dan melarang penyebaran berita bohong.

Melalui RUU pelarangan tindakan “kurang ajar” terhadap pemerintah, pejabat, dan masyarakat Rusia, pelanggar perdana akan dikenai denda sebesar 100 ribu rubel (Rp21,6 juta). Namun, jika kedapatan berulang kali melakukannya, aparat akan menjatuhkan denda dua kali hingga tiga kali lipat atau 15 hari penjara.

Adapun RUU pelarangan penyebaran “informasi palsu mengenai kepentingan publik yang dibagi melalui berita bohong” mengandung sanksi beragam.

Sanksi menebar informasi palsu yang berdampak pada “fungsi infrastruktur kritis” seperti komunikasi dan komunikasi adalah denda terhadap individu, pejabat, dan kantor usaha sebesar masing-masing 300 ribu rubel, 600 ribu rubel, atau 1 juta rubel.

RUU itu juga mengatur mengenai artikel daring. Setiap artikel daring yang memuat “kurang ajar terang-terangan” terhadap pemerintah atau “moralitas publik” harus dihapus dalam kurun 24 jam.

Media konvensional yang terdaftar pada Kementerian Kehakiman dapat dikenai denda oleh RUU ini. Sebelumnya, mereka diancam dengan pencabutan izin usaha penerbitan. Kemudian situs berita tanpa izin dapat diblokir tanpa peringatan oleh lembaga pemerintah.

Presiden Rusia, Vladimir Putin, diperkirakan akan menandatangani pengesahan kedua RUU ini menjadi UU setelah disetujui majelis tinggi di parlemen, Dewan Federal. Lembaga tersebut akan menggelar sidang soal kedua RUU tersebut pada 13 Maret.

Bagaimana reaksi khalayak?
Berbagai wartawan, aktivis HAM, hingga menteri pemerintah telah menyuarakan keberatan mereka terhadap kedua RUU ini. Nikolai Svanidze, seorang wartawan dan anggota Dewan Masyarakat Rusia, mengatakan produk legislatif ini adalah “barbar” dan akan “membuat wartawan takut berbicara dan menulis”.

Harian bisnis Vedomosti juga mengkritik kedua RUU, dengan mengatakan kedua RUU dapat mengancam situs berita daring dan blog yang mengutip sumber anonim pengritik pemerintah.

Tabloid Moskovsky Komsomolets mengritik kedua RUU melalui kartun. Kartun itu menggambarkan seorang polisi berbicara kepada seorang pria yang membawa kapak di antara sejumlah tubuh yang terkapar.

Seraya menunjuk kapak tersebut, si polisi berkata: “Jangan khawatir soal itu. Pastikan saya kamu tidak menulis yang buruk di dunia maya soal aparat”.

Di sisi lain, para anggota parlemen dari partai berkuasa Rusia Bersatu, mendukung kedua RUU itu. Salah seorang anggota parlemen, Pavel Krasheninnikov, mengatakan jika RUU itu disahkan bakal memastikan perlindungan dari teroris-teroris berbasis web.

Anggota parlemen lainnya, Anatoly Vyborny, menyanjung kedua RUU itu karena dapat “mendisiplinkan warga kita” dan menjunjung akuntabilitas yang lebih besar. (bbc)

Check Also

Sekretaris Politik Mahathir Sebut Anak Abrahim “Emosional dan Kekanakan”

KUALA LUMPUR, Waspada.co.id – Lingkaran Politik Mahathir Mohamad langsung menanggapi pernyataan Nurul Izzah Anwar, seorang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: