Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Libur Lebaran, Harga Pangan Bergejolak
Istimewa

Libur Lebaran, Harga Pangan Bergejolak

MEDAN, Waspada.co.id – Memasuki bulan syawal hari ke-6 atau biasa disebut dengan lebaran ke-6, berdasarkan pantauan Waspada Online di pasar, sejumlah harga kebutuhan bergerak cepat.

Ada sejumlah harga bahan pokok yang tidak masuk akal. Katakanlah cabai merah, harganya sangat bervariasi, yang paling murah dijual di harga Rp12 ribu per kg. Dan yang paling mahal dijual di kisaran harga Rp25 ribu per kg.

Perbedaan harga tersebut terjadi dikarenakan ada perbedaan antara harga cabai merah kualitas jelek dengan harga cabai segar yang kualitasnya bagus. Namun, masyarakat sulit mendapatkan cabai merah kualitas yang bagus. Cabai merah kualitas buruk dikarenakan pasokan lama, ditambah dengan cuaca panas yang mengakibatkan cabai layu.

Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin, mengatakan untuk haga cabai rawit tak kalah buruk harganya. Saat ini, harganya melambung menjadi Rp45 ribuan per kg.

“Berdasarkan hasil pengamatan kita, stok panen cabai rawit belum cukup tersedia di pasar. Selanjutnya harga daging ayam juga meroket dikisaran Rp30 hingga Rp31 ribu per kg nya. Melambungnya harga sejumlah kebutuhan pokok masyarakat pada hari ini diperkirakan juga terjadi pada sejumlah harga komoditas sayuran,” tuturnya, Rabu (20/6).

Harga komoditas sayuran ini kerap mengalami kenaikan. Bahkan mencapai 400% saat lebaran tiba. Walaupun saya melihat harga sayuran ini tidak begitu dirisaukan. Karena terbilang bisa diganti atau tanpa sayuran pun masyarakat tidak begitu merisaukannya. Selanjutnya ada harga telur yang juga naik menjadi Rp21 ribu per kg nya. Dari posisi sebelumnya sebesar Rp20 ribuan saja.

“Walau demikian, masyarakat jangan terlalu merisaukan masalah harga pangan ini. Saya menilai semuanya masih terkendali. Masalah harga yang bergejolak ini, dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Mulai dari petani yang juga belum sepenuhnya kembali ke ladang. Pedagang di pasar juga masih banyak yang liburan, dan pembeli juga belum semuanya berbelanja secara normal,” ungkapnya.

Kondisi pasar belum sepenuhnya mencerminkan sisi persediaan dan permintaan yang normal. Jadi tidak perlu dikuatirkan, dan tidak dibutuhkan tindakan apapun untuk menstabilkannya.

“Saya yakin semuanya akan kembali normal nanti. Mulai pekan depan, kondisi pasar diperkirakan akan kembali normal. Dan di saat itu baru kita lihat perkembangan harga yang sebenarnya,” tegas Gunawan.

“Kondisi harga saat ini belum mencerminkan harga pasar yang sesungguhnya. Jadi sekali lagi tidak ada yang perlu dikwatirkan. Selain harga yang saya sebutkan di atas, semuanya sejauh ini masih terpantau stabil,” pungkasnya.(wol/eko/data1)
Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

Ekonom Sumut: Pasar Keuangan Kurang Baik Faktor Pelemahan Rupiah

MEDAN, Waspada.co.id – Tekanan pasar menyikapi ekonomi global hari ini masih menunjukkan pelemahan. Hal ini ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: