_
Home / Warta / Mancanegara / Lebih 4 Bulan Ditahan Pemerintah China, Nasib Ginting Belum Jelas
Istri Kapten Juliantono Ginting, Rosida Terisak Menanti Kabar Suami yang Ditahan Kepolisian China karena Diduga Bawa Barang Ilegal (Dok. Okezone)

Lebih 4 Bulan Ditahan Pemerintah China, Nasib Ginting Belum Jelas

BEIJING, Waspada.co.id – Tiga pelaut asal Indonesia sampai saat ini masih ditahan oleh aparat penegak hukum di China atas dugaan penyelundupan barang biasa, sedangkan tujuh lainnya sudah dibebaskan.

“Jadi dugaan kasus penyelundupan barang tidak hanya melibatkan Juliantono, melainkan ada dua WNI lainnya,” kata Kanselari Konsulat Jenderal RI di Shanghai Muhammad Arifin di Beijing, Senin (12/8).

Sebelumnya diberitakan bahwa pihak keluarga di Jakarta meminta bantuan kantor perwakilan RI di China untuk membebaskan Juliantono Ginting yang ditangkap di atas kapal Heng Smooth milik perusahaan pelayaran Taiwan atas dugaan penyelundupan barang biasa.

Setelah pihak KJRI Shanghai berhasil menghubungi Juliantono, ternyata ada dua pelaut asal Indonesia lainnya yang ditahan atas kasus yang sama, yakni Dadang Sutardi dan Joni.

Mereka ditahan di Distrik Haizhou, Kota Lianyungang, Provinsi Jiangsu, wilayah timur China.

Sementara tujuh pelaut lainnya, yakni Hidayat, Hartono, Tolip, Turcia, Rizky, Arya, dan Rahman dibebaskan karena hasil investigasi pihak kepolisian setempat tidak menemukan cukup bukti atas tindak kejahatan yang disangkakan.

“Mereka yang dibebaskan sudah dipulangkan ke Indonesia, sedangkan berkas perkara ketiga WNI yang ditahan sudah dilimpahkan ke kejaksaan Jiangsu,” kata Arifin.

Pihaknya juga telah meminta kejaksaan Jiangsu agar diperkenankan mengunjungi ketiga pelaut tersebut di rumah tahanan. “Namun sampai sekarang permintaan kami belum mendapatkan jawaban,” ujar Arifin menambahkan.

Sementara, Kesedihan menyelimuti kediaman keluarga Ginting, kapten kapal Heng Smooth di Perumahan Puri Pesona, Jatiranggon, Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat. Sang istri, Rosida (31) beserta pihak keluarga sangat terpukul atas penahanan Juliantono. Rosida bahkan mengaku tak bisa mengetahui kondisi terkini Juliantono, dikarenakan tak bisa lagi berkomunikasi. Komunikasi terakhir disebutkan terjadi pada 5 April 2019 lalu.

Ironisnya, PT Armada Maritim Nusantara selaku agen yang memberangkatkan Juliantono, seolah lepas tangan dan tak menggubris tuntutan pihak keluarga untuk pertanggungjawaban. Pihak keluarga hanya berharap campur tangan pemerintah dalam upaya pembebasan Juliantono. (Antara/Okz/data2)

Check Also

Hong Kong Memanas, Pemerintah Umumkan Travel Warning dan Jamin Nasib WNI

JAKARTA, Waspada.co.id – Terkait perkembangan situasi di Hong Kong yang semakin memanas, Pemerintah Indonesia mengeluarkan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.