_
Home / Warta / Mancanegara / Ladang Minyak Saudi Diserang, Harga Minyak Melonjak Lebih dari 10%
Foto: Gambar yang diambil dari video di media sosial, yang menunjukkan kebakaran di pabrik minyak Aramco di Abqaiq, Arab Saudi.[REUTERS/Arabnews]

Ladang Minyak Saudi Diserang, Harga Minyak Melonjak Lebih dari 10%

RIYADH,Waspada.co.id – Harga minyak melonjak lebih dari 10 persen pada Senin (16/9) sebagai imbas dari keputusan Arab Saudi untuk mengurangi produksinya sampai separuh.

Kenaikan harga minyak ini dipengaruhi setelah ladang minyak milik Saudi Aramco di Arab Saudi mendapat serangan dari pesawat tanpa awak atau drone pada Sabtu (14/9). Pemberontak Houthi Yaman mengaku jadi dalang di balik serangan yang melibatkan 10 unit pesawat tanpa awak tersebut.

Raksasa minyak negara Saudi Aramco mengatakan serangan itu memangkas produksi sebesar 5,7 juta barel per hari atau mencapai 50% dari total produksi harian. Serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi tersebut memotong lebih dari 5% dari pasokan minyak global.

Saudi Aramco sendiri tidak dapat memberikan kepastian batas waktu untuk pembukaan kembali pasokan minyak. Sebuah sumber mengatakan bahwa kembali ke kapasitas minyak penuh bisa memakan waktu mingguan.

Ekspor minyak Arab Saudi akan berlanjut seperti biasa minggu ini ketika kerajaan Arab memanfaatkan stok dari fasilitas penyimpanannya yang besar.

Harga minyak sendiri telah sedikit mereda dari puncaknya setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyetujui pelepasan minyak dari Cadangan Minyak Strategis AS (SPR).

Mengutip Reuters, Senin (16/9), harga minyak mentah Brent naik US$ 7,06 per barel atau 11,7% dari penutupan New York pada Jumat waktu setempat menjadi US$ 67,28 per barel, setelah sebelumnya melonjak lebih dari 19% ke sesi tertinggi US$ 71,95 per barel pada pembukaan.

Sedangkan untuk West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$ 5,76 per barel atau 10,5% menjadi US$ 60,60 per barel, setelah melonjak lebih dari 15% ke sesi tertinggi US$ 63,34 per barel.

Trump menuding Iran melakukan serangan itu dan meningkatkan kemungkinan penggunaan serangan militer terhadap negara itu.

Serangan pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman, tempat koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan dalam perang lima tahun ini, efektif menurunkan enam persen pasokan minyak global. (cnn/voa/data1)

Check Also

Trump Larang Imigran Masuk AS Tanpa Asuransi Kesehatan

WASHINGTON, Waspada.co.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melarang imigran yang masuk ke wilayah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.