Breaking News
Home / Warta / Politik / Kunjungi Dapil, Gus Serahkan Motor Sampah dan Tinjau IPAL Purba Baru
Gus Irawan Pasaribu, Ketua Komisi VII DPR-RI saat menyerahkan bantuan motor sampah pada warga di Mandailing Natal. (WOL Photo/Ist)
Gus Irawan Pasaribu, Ketua Komisi VII DPR-RI saat menyerahkan bantuan motor sampah pada warga di Mandailing Natal. (WOL Photo/Ist)

Kunjungi Dapil, Gus Serahkan Motor Sampah dan Tinjau IPAL Purba Baru

MEDAN, WOL – Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu mengunjungi sebagian besar daerah pemilihan (dapil) tempat dia kampanye sebelum menjadi anggota DPR RI untuk melakukan beberapa kegiatan.

Gus Irawan Pasaribu saat melakukan peninjauan ke IPAL Pesantren Mustofawiyah Purba Baru Mandailing Natal. (WOL Photo/Ist)
Gus Irawan Pasaribu saat melakukan peninjauan ke IPAL Pesantren Mustofawiyah Purba Baru Mandailing Natal. (WOL Photo/Ist)

Sebenarnya titik kunjungan sudah dimulai dari Rantau Prapat, Labuhan Batu hingga kemudian ke Tabagsel. Di wilayah Tabagsel saat mengunjungi Padang Lawas, Gus Irawan Pasaribu menyerahkan 10 motor sampah dan meresmikan satu unit pengoperasian sumur bor.

Kemudian hal serupa juga dilakukannya saat berkunjung ke Mandailing Natal. Di daerah ini pun Gus Irawan Pasaribu menyerahkan 10 unit motor sampah dan meresmikan pengoperasian satu sumur bor di Desa Aek Marian.

Kunjungan Dapil tersebut berlanjut ke Pesantren Mustofawiyah Purba Baru yang memiliki ribuan Santri. Di pesantren ini, Gus Irawan meresmikan instalasi pengolahan air limbah yang mengubah tinja masyarakat menjadi tenaga biogas.

Kepada wartawan usai melakukan kunjungan tersebut, Gus Irawan Pasaribu, kemarin, mengatakan kunjungan ke daerah pemilihan tersebut merupakan rangkaian yang sudah dijadwalkan. “Selain memberikan bantuan saya juga menyerap aspirasi warga. Mereka tentu punya harapan kepada kami di dewan. Lantas dari aspirasi itu nantinya akan kita perjuangkan ke pusat. Untuk kemudian direalisasikan,” jelasnya.

Menurutnya, bantuan yang diberikan sebenarnya merupakan aspirasi warga yang dikawal pengadaannya di DPR-RI. “Setelah ada persetujuan baru dibawa pembangunannya ke daerah,” kata Gus Irawan.

“Bukan sekadar menyerahkan bantuan. Kita juga melakukan serap aspirasi. Serap aspirasi ini dengan menanyakan langsung ke masyarakat keluhan dan kebutuhan yang bisa saja segera diselesaikan. Tentu kehadiran kita ke daerah harus memberi manfaat untuk mereka,” tuturnya.

Mengubah tinja jadi biogas
Terkait IPAL yang ada di Purba Baru misalnya merupakan proyek bernilai Rp1,5 miliar. “Itu nantinya akan sangat membantu warga sekitar dan para santri untuk menjadikan wilayahnya pesantren berwawasan lingkungan,” kata dia.

“Ya pengolahan limbah menjadi biogas mampu menciptakan pondok pesantren yang ramah lingkungan atau eko pesantren,” tegasnya. Teknologi pengolahan limbah kotoran manusia bisa menghemat pengeluaran uang untuk pembelian bahan bakar.

Limbah cair dan instalasi pengolahan biogas ini juga bisa dimanfaatkan juga bagi pertanian, tuturnya. “Keuntungan ekonomi hanya dampak ikutan. Yang paling penting adalah limbah tak lagi jadi masalah di pesantren. Malah sudah bermanfaat,” tuturnya.

Gus Irawan mencontohkan di Jawa sudah ada beberapa pesantren yang memiliki IPAL tersebut. “Pesantren itu malah mampu menghemat hingga Rp2,5 juta per bulan untuk pembelian bahan bakar. kemudian dari lahan seluas 1.500 meter per segi para santri bisa memanen aneka sayuran senilai Rp1,6 juta. Jadi ada manfaatnya,” kata dia.

Memang untuk Purba Baru akan dilihat hasilnya beberapa waktu ke depan. Sebelum mengenal pengolahan biogas, tentu saja limbah dari pondok pesantren berpotensi mencemari lingkungan dan menyebabkan gangguan. “Itulah sebabnya di DPR-RI kita coba mengupayakan pengadaan IPAL ini agar masalah di pesantren kebanggan warga Madina ini bisa teratasi,” jelasnya.

Menurut dia, komitmen untuk terus memajukan Sumatera Utara terutama yang menjadi daerah pemilihannya sudah tidak bisa ditawar-tawar. “Sumut dulu banyak ketinggalan dibanding daerah lain. Secara perlahan kita coba analisis dan evaluasi apa saja yang dibutuhkan. Kelak kita perjuangkan di pusat untuk direalisasikan di daerah. Bagaimana pun Sumut harus setara dengan daerah lain,” jelasnya. (wol/ags/min)

Editor: Agus Utama

Check Also

Gus Irawan Pasaribu memberi keterangan pers di kantor Gerindra Jl. DI Panjaitan, Minggu (5/11) kemarin terkait pergantian 17 ketua DPC Gerindra di Sumut. (WOL Photo/Ist)

Gus Irawan: Pergantian 17 Ketua DPC Gerindra, Hanya Revitalisasi Biasa

MEDAN, WOL – Ketua DPD Gerindra Sumatera Utara, Gus Irawan Pasaribu memberikan klarifikasi seputar munculnya ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.