Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Kuasa Hukum OC Kaligis Bantah Pernyataan Gerry
liputan6.com

Kuasa Hukum OC Kaligis Bantah Pernyataan Gerry

JAKARTA, WOL – Tersangka kasus suap M Yagari Bhastara alias Gerry, melalui kuasa hukumnya Haeruddin Masarro, menyebut pemberian uang yang dilakukannya kepada hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara Medan atas perintah pengacara Otto Cornelis Kaligis. Namun, kuasa hukum Kaligis, Humphrey Djemat, menganggap pernyataan tersebut hanya klaim sepihak dari Gerry yang belum terbukti kebenarannya.

“Apa yang dikemukakan kuasa hukum Gerry anggap saja benar dulu, tapi kan baru sepihak. Nanti kita lihat, dari pihak Gubernur Sumut sudah bicara belum mengenai OCK? Dari istri gubernur? Kan belum. Ini baru penyampaian kuasa hukum Gerry,” ujar Humphrey saat dihubungi, Sabtu (25/7).

Humphrey mengatakan, terlebih lagi Gerry mengajukan diri menjadi justice collaborator atau bersedia bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mengungkap kasus ini. Menurut dia, keterangan Gerry tentunya akan meringankan bagi dia dan memberatkan pihak lain.

“Kalau mau justice collaborator, apa pun bisa dia kemukakan untuk meringankan dirinya,” kata Humphrey.

Kuasa hukum Gerry, Haeruddin Masarro sebelumnya menyatakan bahwa pernyataan Gerry akan terbukti melalui rekaman sadapan KPK. Namun, Humphrey mempertanyakan apakah sadapan yang dimiliki KPK memang benar mendukung kesaksian Gerry.

“Oleh karena itu KPK mempertimbangkan apakah perlu dia sebagai justice collaborator? Motifnya apa? Apa untuk menyelamatkan diri?” kata dia.

Sementara itu, Humphrey mengaku bahwa tim kuasa hukum Kaligis tidak dapat membeberkan keterangan mengenai materi perkara. Saat ini, ia ingin fokus terhadap upaya gugatan terhadap prosedur yang dilakukan KPK saat menangkap dan menahan Kaligis.

“Kita belum dapatkan banyak berkaitan dengan materi, karena OCK belum mau bicara soal tersebut. Kita fokus ke prosedur penanganan KPK ke OCK yang menurut kita banyak hal tidak sssuai dengan perundangan yang berlaku,” ujar Humphrey.

Sebelumnya, melalui Haeruddin, Gerry menyatakan bahwa Kaligis berupaya menghilangkan bukti setelah Gerry ditangkap di Kantor PTUN Medan pada 5 Juli 2015. Kaligis menyuruh bawahannya bernama Yenny Octarina Misnan untuk menghapus sejumlah data.

“Terakhir mama Yen (Yenny), dia ditelpon ‘Prof, itu ditangkap Gerry di sana’,” ujar Haeruddin menirukan Yenny, saat berbincang dengan wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/7).

“(Kaligis bilang) ‘Oh, hapus cepat datanya’,” lanjut Haeruddin.(kompas/data1)

Check Also

Djarot Cerita Kasus Gatot Pujo Nugroho di Labura

LABURA, Waspada.co.id – Djarot Saiful Hidayat mengaku heran saat mengetahui Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: