_
Home / Warta / Mancanegara / Kualitas Udara Memburuk, Malaysia Mau Bikin Hujan Buatan Halau Asap dari Indonesia
Ilustrasi kebakaran hutan. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Kualitas Udara Memburuk, Malaysia Mau Bikin Hujan Buatan Halau Asap dari Indonesia

KUALA LUMPUR, Waspada.co.id – Malaysia berencana membuat hujan buatan menyusul kabut asap kebakaran hutan dan lahan di Indonesia yang terus memburuk menyelimuti sebagian wilayah Negeri Jiran. Indeks pencemaran udara (API) di negara bagian Sarawak bahkan tercatat telah mencapai level tidak sehat.

Wakil Perdana Menteri Malaysia Wan Azizah Wan Ismail menuturkan Badan Meteorologi Malaysia (MetMalaysia) harus mulai mempertimbangkan kondisi atmosfer di daerah yang terkena dampak asap kebakaran hutan dan lahan.

“Jika Anda ingin melalukan penyemaian awan (cloud seeding) berarti Anda harus mengetahui bahwa ada awan-awan di daerah itu. Jika tidak ada (awan) itu akan percuma,” kata Wan Azizah di Kuala Lumpur, Sabtu (7/9).

Wan Azizah mengatakan pihak berwenang akan terus memantau kondisi udara di lapangan. Ia mendesak warga Malaysia terutama di wilayah terdampak kabut asap untuk tetap berada di dalam ruangan dan mengenakan masker wajah setiap melakukan aktivitas di luar.

Pernyataan itu diutarakan Wan Azizah menanggapi kabut asap karhutla yang terus menyelimuti sebagian wilayah Negeri Jiran.

Berdasarkan API, pencemaran polusi udara pada delapan area di Serawak tercatat mencapai tingkat yang tidak sehat. Pencemaran udara di Kuching bahkan telah mencapai kategori sangat tidak sehat dengan index API 204 pada pukul 09.00 waktu lokal hari ini.

Indeks API antara 0-50 dinilai normal, sementara API dengan nilai 51-100 dianggap kategori sedang.

Kabut asap ini terdeteksi berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Dilansir The Straits Times, asap karhutla lintas negara ini berasal dari kebakaran di Kalimantan Barat. Sementara itu, pencemaran udara dengan index API 101-200 dianggap sudah tidak sehat, Api 201-300 dinilai sangat tidak sehat, dan di atas 300 berarti berbahaya.

Dengan situasi ini, otoritas wilayah Sarawak akan menyediakan masker wajah bagi warga terutama anak-anak. Hingga kini, otoritas wilayah itu belum berencana menunda pelaksanaan ujian nasional Sekolah Dasar meski kualitas udara semakin memburuk.

“Jika API melebihi 201 maka sekolah akan ditutup tetapi ujian akan berjalan sesuai jadwal di bawah pengawasan ketat oleh sekolah,” kata Kepala Sekretariat Komite Manajemen Bencana Negara Sarawak (JPBN) Mayor Ismail Mahedin.

Penyebaran kabut asap terus memburuk menyusul peningkatan titik api kebakaran hutan dan lahan yang meningkat di Sumatera dan Kalimantan tahun ini, terutama selama musim kemarau berlangsung.

Malaysia dilaporkan bakal mengirimkan nota protes ke Indonesia atas kabut asap yang mengepul karena karhutla di Sumatera dan Kalimantan. “[Kami] akan mengirimkan nota diplomatik ke Indonesia sehingga mereka dapat segera bertindak untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran berulang,” demikian pernyataan Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi Malaysia yang dikutip Reuters.

Plt Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, mengaku belum mendapatkan informasi lebih lanjut dari internal pihaknya mengenai nota protes tersebut.

Namun, ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Kemlu Malaysia. Menurut dia, saat ini timbul pertanyaan di tengah lingkaran pemerintahan Malaysia. “Di internal Malaysia juga ada pertanyaan. Nota diplomatik yang mengeluarkan adalah Kementerian Luar Negeri, bukan kementerian di luar itu,” ujar Teuku. (cnn/data2)

适适

Check Also

KBRI Brunei Bantu ABK Perjuangkan Gaji Berbulan-bulan yang Mandek

BANDAR SERI BEGAWAN, Waspada.co.id – KBRI Brunei Darussalam di Bandar Seri Begawan berhasil memfasilitasi para ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.