Home / Warta / Indonesia Hari Ini / KPK Umumkan Kepala Daerah yang Jadi Tersangka Korupsi Pekan Ini
Ketua KPK Agus Rahardjo (kanan) didampingi wakilnya Basaria Panjaitan (kiri) saat memberi keterangan pers (Antara)

KPK Umumkan Kepala Daerah yang Jadi Tersangka Korupsi Pekan Ini

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo‎ berjanji segera mengumumkan tersangka baru kasus korupsi dari kalangan kepala daerah. Pengumumannya akan disampaikan dalam pekan ini. Agus tak menyebutkan harinya.

“Minggu ini kita umumkan,”‎ kata Agus di Kantor KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (12/3/2018).

Agus mengatakan, dua alat bukti sudah dikantongi KPK sehingga tiada kendala lagi ‎untuk menjerat sang kepala daerah tersebut sebagai tersangka.

Bahkan Agus mengindikasikan bahwa tersangkanya bukan hanya satu orang. Tapi, dia tak membeberkan siapa dan kasusnya apa.

“Harapan kita, beberapa orang yang akan ditersangkakan ‎itu Insya Allah kita umumkan,” pungkasnya.

Sejauh ini, sudah ada enam pejabat daerah yang dicokok KPK dalam operasi tangap tangan (OTT) sepanjang 2018. Pejabat daerah pertama yang tertangkap tangan di awal tahun ini adalah, Bupati Hulu Sungai Tengah, Abdul Latif.

Bupati Hulu Sungai Tengah dicokok KPK setelah diduga menerima‎ uang suap sebesar Rp1 miliar. Uang terebut berkaitan dengan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Damanhuri Barabai, Kalimantan Selatan.

‎Kedua, Bupati Jombang asal Partai Golkar, Nyono Suharli Wihandoko. Dia ditangkap setelah terlibat kasus dugaan suap perizinan dan pengurusan jabatan di wilayah pemerintahannya.

Kemudian, selang beberapa minggu kemudian, KPK menangkap Bupati Ngada, Nusa Tenggara Timur, Marianus Sae. ‎Nyono dan Marianus diduga melakukan korupsi untuk maju di Pilkada 2018 karena ongkos untuk maju menjadi pejabat daerah lagi cukup mahal.

Keempat, Bupati Subang, Jawa Barat, Imas Aryumningsih ditangkap tangan oleh KPK di rumah dinasnya pada malam tadi. Politikus Golkar tersebut diduga menerima suap terkait pengurusan perizinan di wilayahnya.

‎Padahal, Imas sudah terdaftar di KPUD sebagai calon Bupati petahana yang akan maju di Pilbup Subang didampingi oleh Sutarno sebagai wakilnya. Pasangan tersebut sudah mendapatkan nomor urut dua dan diusung koalisi Partai Golkar dan PKB.

Lalu, Bupati Lampung Tengah, Mustafa yang ditangkap tangan karena diduga terlibat kasus dugaan suap pemulusan persetujuan pinjaman daerah APBD Lampung Tengah tahun anggaran 2018.

Mustafa diduga menyuap pimpinan DPRD Lampung Tengah untuk mendapatkan persetujuan agar mendapatkan pinjaman dari PT SMI sebesar Rp‎300 miliar. Uang itu rencananya akan digunakan untuk pembangunan proyek infrastruktur di Lampung Tengah.

Terakhir, Wali Kota Kendari, Adriatma Dwi Putra, dan Calon Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Asrun, yang merupakan bapak dari Adriatma Dwi Putra. Keduanya ditangkap tangan karena diduga terjerat kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di Pemprov Kendari.

Check Also

KPK Telusuri Keterlibatan Idrus Marham dalam Kasus Suap PLTU Riau

  JAKARTA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menelusuri keterlibatan mantan Sekretaris Jenderal ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: