Home / Fokus Redaksi / KPK Tetapkan Hakim Tipikor Merry Purba Tersangka Penerima Suap
Konferensi pers KPK. (Foto: Arie Dwi/Okezone)

KPK Tetapkan Hakim Tipikor Merry Purba Tersangka Penerima Suap

agregasi

 

JAKARTA, Waspada.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Hakim Ad Hoc Tipikor pada Pengadilan Negeri Medan, Merry Purba sebagai tersangka. Merry diduga telah menerima uang suap secara bersama-sama terkait dengan putusan perkara yang sedang ditanganinya.

Tak hanya Merry, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka. Ketiganya yakni Panitera Pengganti pada PN Medan, Helpandi; pengusaha Tamin Sukardi, dan orang kepercayaan Tamin, Hadi Setiawan.

“Setelah melakukan pemeriksaan awal pasca-tertangkap tangan yang dilanjutkan dengan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan tipikor menerima hadiah atau janji oleh Hakim PN Medan secara bersama-sama terkait putusan perkara,” kata Ketua KPK, Agus Rahardjo saat menggelar konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (29/8/2018).

Agus menjelaskan, diduga telah terjadi pemberian suap dari Tamin Sukardi untuk Hakim Merry Purba. Pemberian suap dilakukan melalui perantara yakni antara Panitera Pengganti Helpandi dengan orang kepercayaan Tamin, Hadi Setiawan.

Merry Purba. (Foto: Arie Dwi/Okezone)

Pemberian suap itu diduga untuk mempengaruhi putusan perkara tipikor nomor perkara 33/Pid.sus/TPk/2018/PN.Mdn dengan terdakwa Tamin Sukardi. Di mana, dalam putusan majelis hakim yang dibacakan pada 27 Agustus 2018, Tamin Sukardi divonis pidana enam tahun penjara dan denda Rp500 juta subsidair enam bulan kurungan dan uang pengganti Rp132 miliar.

Dalam putusan tersebut, Hakim Merry Purba menyatakan dissenting opinion (DO) alias perbedaan pandangan. Agus menambahkan, uang sebesar 150 ribu Dolar Singapura telah diserahkan Tamin kepada Merry Purba. Pemberian tersebut merupakan bagian dari total 280 ribu Dolar Singapura yang diserahkan Tamin kepada Helpandi.

“Sehingga Sehingga total pemberian yang telah terealisasi dalam kasus ini adalah SGD280 ribu, ” kata Agus.

Sebagai pihak yang diduga menerima, Merry Purba dan Helpandi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf c atau Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagai pihak yang diduga pemberi, Tamin Sukardi dan Hadi disangkakan melanggar Pasal 6 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 (1) a atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(qlh/dv)

Check Also

Selain Setnov, Kamar Sel Nazaruddin-Joko Susilo-Wawan Juga Berukuran Luas

  BANDUNG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan setelah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: