Home / Warta / Indonesia Hari Ini / KPK Telisik Peran Steffy Burase di Kasus Suap Gubernur Aceh Lewat Sahabatnya
foto: Instagram

KPK Telisik Peran Steffy Burase di Kasus Suap Gubernur Aceh Lewat Sahabatnya

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menelisik peran tenaga ahli Aceh Marathon, Steffy Burase dalam kasus dugaan suap pengalokasian dana otonomi khusus Aceh (DOKA) 2018. Peran Steffy didalami lewat Farah Amalia, hari ini.

Farah Amalia hari ini dipanggil untuk diperiksa penyidik sebagai saksi dalam kasus suap yang menjerat Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf. Selain Farah, KPK juga memeriksa Johnnico Apriano, staf khusus Irwandi, juga sebagai saksi.

“Pemeriksaan yang dilakukan KPK terhadap saksi-saksi termasuk Steffy sebelumnya, tentu saja ada kaitan dengan pokok perkara dugaan korupsi yang disidik, seperti mendalami peran Steffy pada proyek di Aceh,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (6/9/2018).

KPK sendiri sempat menggeledah kediaman Farah Amalia beberapa waktu lalu, ‎untuk menelusuri kepemilikan aset yang berkaitan dengan Steffy Burase.

“KPK perlu menelusuri kepemilikan aset dan juga hubungan saksi dengan Steffy. Karena ini terkait dengan pokok perkara dugaan korupsi, maka hal tersebut menjadi kewenangan sekaligus kewajiban KPK menelusuri agar terang peristiwanya,” ungkap Febri.

Menurut Febri, hal yang perlu dipahami dalam penanganan kasus korupsi, terutama ketika menggunakan strategi follow the money adalah memeriksa orang-orang tidak terlibat secara langsung dalam pokok tindak perkara. Namun, pemeriksaan dilakukan karena saksi diduga mengetahui informasi.

“KPK seringkali melakukan pemeriksaan dan penelusuran terhadap pihak yang mungkin secara kasat mata tidak terlibat langsung dalam proyek namun ada informasi aset atau hubungan kedekatan atau bahkan keluarga dengan tersangka yang perlu diverifikasi,” bebernya.

Febri menjelaskan, ‎dalam Pasal 47 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh, Gubernur dilarang membuat keputusan yang memberikan keuntungan pada diri sendiri, keluarga, ataupun kerabatnya.

“Oleh karenanya, hal inilah yang sedang ditelusuri KPK, yaitu, siapa saja pihak yang diuntungkan atas kebijakan Gubernur saat itu, apakah diri sendiri, keluarga, kroni atau pihak yang memiliki kedekatan dengan tersangka,” sambungnya.

KPK sendiri saat ini sedang mengusut perkara ini dengan memeriksa dua saksi yakni Johnnico Apriano dan Farah

Sejauh ini, KPK baru menetapkan empat orang tersangka dalam kasus suap DOKA 2018, yakni Irwandi Yusuf; Bupati Bener Meriah nonaktif Ahmadi;‎ serta dua pihak swasta yakni, Hendri Yuzal dan T Syaiful Bahri.

Diduga, Irwandi meminta jatah sebesar Rp1,5 miliar terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari DOKA 2018. Irwandi meminta jatah tersebut kepada Ahmadi.

Namun, Ahmadi baru menyerahkan uang sebesar Rp500 juta kepada Irwandi lewat dua orang dekatnya yakni Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri. ‎Diduga, pemberian tersebut merupakan bagian komitmen fee 8 persen yang menjadi bagian untuk pejabat di Pemerintah Aceh.

Check Also

OTT Bupati Pakpak Bharat, KPK Sita Uang Ratusan Juta

JAKARTA – Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Medan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: