Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / KPK Tangkap Bos Lippo, Konsumen Meikarta Panik
Foto: Ist

KPK Tangkap Bos Lippo, Konsumen Meikarta Panik

JAKARTA, Waspada,co.id – Terkait dengan Kabar Operasi Tangkap Tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (OTT KPK) terhadap Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group, Billy Sindoro terkait suap pengurusan izin megaproyek Meikarta sontak membuat konsumen gelisah.

Seperti yang dirasakan oleh Nirmala (32), seorang ibu rumah tangga yang terlanjur membayar uang muka (Down Payment/DP) dan cicilan atas satu unit apartemen Meikarta yang dibelinya sejak akhir tahun lalu.

“Semula tertarik membeli unit apartemen Meikarta karena proyek perumahan dari Lippo Group itu menawarkan program DP nol persen. Calon pembeli hanya dibebankan uang pemesanan sebesar Rp2 juta per unit. Selain itu, harga dan konsep hunian juga dirasa cukup menjanjikan,” tuturnya kepada Wartawan, Selasa (16/10).

Ketertarikannya kian membumbung ketika banyak iklan Meikarta menghiasi berbagai media pemberitaan. Selain itu, antusias kebanyakan masyarakat dirasanya juga cukup tinggi, sehingga kian percaya diri untuk ikut membeli hunian berkonsep kota modern di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat itu.

“Fisik belum ada, makanya harganya masih murah. Nanti kalau tower-tower sudah jadi, jalur LRT juga sudah jadi, dijamin harganya pasti melambung tinggi. Begitulah kira-kira kalimat dari sales-sales Meikarta yang membuat saya tertarik,”ungkapnya.

Dan kaget ketika hunian belum juga selesai terbangun, kini beredar kabar OTT KPK yang menyebut pejabat Bekasi menerima suap dari pengembang Meikarta.

“Setelah mendengar kabar berita suap tersebut, jujur saja saya menjadi sangat pesimis,” ungkapnya.

Sementara menurut, Indra (29), seorang pegawai bank swasta di Jakarta juga memiliki pengalaman tak enak dengan pembelian unit apartemen Meikarta. Namun, Indra mengaku perjalanan pembeliannya belum sejauh Nirmala.

“Saya baru bayar booking fee Rp2 juta. Waktu itu masih ingin menunggu kabar kelanjutannya. Tapi sekarang tidak tertarik soalnya beritanya tidak baik,” ucapnya.

Sampai saat ini, Nirmala mengaku sudah berusaha mengontak beberapa pihak pemasaran Meikarta yang tersebar di ibu kota. Informasi yang didapatnya mengatakan bahwa pembeli akan mendapat kompensasi bila serah terima kunci tidak sesuai dengan waktu yang dijanjikan.

“Tapi mereka sama sekali tidak memberikan jawaban yang jelas, hanya bilang akan dapat kompensasi 1 persen dari nilai cicilan yang tersisa,” katanya.

“Saya merasa sangat kecewa. Mau lanjut cicilan salah, mau refund juga salah. Lippo Group kan besar, tapi kok kesannya seperti perusahaan abal-abal ya? “Iya, rencananya datang langsung ke sana, langsung minta uang kembali” pungkasnya.(cnn/wol/data2)

Check Also

KPK Tetapkan Bupati Pakpak Bharat Tersangka Suap

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Pakpak Bharat, Remigo Yolanda Berutu (RYB) sebagai ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: