Breaking News
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / KPK Tahan Setya Novanto, Kuasa Hukum Minta Bukti Catatan Mangkir Kliennya
Kuasa Hukum Setya Novanto Fredrich Yunadi mempertanyakan bukti catatan mangkit kliennya dari KPK
Kuasa Hukum Setya Novanto Fredrich Yunadi mempertanyakan bukti catatan mangkit kliennya dari KPK

KPK Tahan Setya Novanto, Kuasa Hukum Minta Bukti Catatan Mangkir Kliennya

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) yang juga tersangka dalam kasus korupsi e-KTP ini resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Masa penahanan pertama untuk Novanto dilakukan untuk 20 hari kedepan.

Kuasa hukum Setya Novanto, Frederich Yunadi mempermasalahkan status penahanan yang dilayangkan KPK kepada kliennya tersebut. Menurut Frederich, alasan KPK menahan Setya Novanto tidak berdasarkan Undang-Undang.

“KPK menyatakan ditahan. Tanya sama KPK, menahan alasannya apa? Undang-undang mana yang menyatakan KPK punya wewenang menahan orang dengan orang dalam keadaan sakit dan belum pernah diperiksa, ” kata Frederich di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Jumat (17/11/2017).

Frederich menampik kliennya sudah tiga mangkir atau tidak hadir dalam panggilan pemeriksaan penyidik KPK. Oleh karenanya, Frederich minta KPK menunjukkan bukti ketidakhadiran kliennya dalam panggilan pemeriksaan.

“Kalau dia bilang panggilan sudah tiga kali, selama tiga kali itu bapak bisa tunjukan buktinya enggak? Panggilan sebagai tersangka baru, itu baru satu kali. Tanggal 15 menghadap, malam sudah penangkapan. Itu saja, berarti yang enggak benar siapa, kalian nilai sendiri,” tandasnya.

Setya Novanto sendiri merupakan tersangka kasus dugaan korupsi e-KTP, tahun anggaran 2011-2012. Penetapan tersangka Novanto sejalan dengan telah diterbitkannya Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 31 Oktober 2017.

KPK sempat melakukan upaya jemput paksa terhadap Ketua Umum Partai Golkar tersebut di kediamannya di Jalan Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Rabu 15 November 2017.

Upaya jemput paksa dilakukan karena Novanto tidak kooperatif dan mangkir dalam beberapa kali panggilan pemeriksaan. Sayangnya, KPK gagal memboyong Novanto ke markasnya karena sudah terlebih dahulu melarikan diri alias kabur.

KPK pun terus mencari keberadaan orang nomor satu di DPR RI tersebut. Hingga keesokan harinya, Kamis, 16 November 2017, Novanto sempat muncul melakukan wawancara langsung di salah satu televisi Nasional.

Sesaat setelah itu, Novanto mengalami kecelakaan tunggal bersama dua orang lainnya di daerah Jakarta Selatan. Dua orang lainnya yang berada dalam mobil bersama Novanto yakni, ajudan pribadinya, Reza dan seorang sopir yang tak lain adalah kontributor televisi swasta, Hilman Mattauch.

Novanto dilarikan ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta Barat. Pada pagi tadi, Novanto pun dipindahkan ke Rumah Sakit Cipta Mangunkusumo untuk dilakukan pengecekan kondisi kesehatannya lebih lanjut.

Atas perbuatannya, S‎etya Novanto disangkakan melanggar pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang Republik Inonesia Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor Juncto pasal 55 ayat (1) ke-1‎ KUHP‎.

Check Also

Airlangga Hartarto (Foto: Bayu Septianto/Okezone)

Airlangga Undang Jokowi Hadiri Munaslub Golkar

JAKARTA, WOL – Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto telah melakukan pertemuan dengan Presiden Joko ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.