Home / Warta / Indonesia Hari Ini / KPK Sudah Tahan 27 Anggota DPRD Sumut dari 38 Tersangka
Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Foto: Okezone)

KPK Sudah Tahan 27 Anggota DPRD Sumut dari 38 Tersangka

JAKARTA – Komisi Pember‎antasan Korupsi (KPK) telah menahan 27 Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) yang diduga menerima suap dari mantan Gubernur Gatot Pujo Nugroho. Sementara itu, total keseluruhan anggota DPRD Sumut yang telah ditetapkan sebagai tersangka penerima suap ada 38 orang.

“Dari total 38 tersangka, hingga hari ini 27 tersangka sudah ditahan dan 11 orang tersangka belum ditahan,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Jumat (5/10/2018).

Adapun, 11 anggota DPRD Sumut penerima suap tersebut yakni, Abu Bokar Tambak, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser Verawaty Munthe, Dermawan Sembiring, Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Ferry Suando Tanuray Kaban, Tunggul Siagian, Fahru Rozi, dan Taufan Agung Ginting.

Gatot Pujo Nugroho

Sementara itu, satu tersangka yakni Fery Suando Tanuray Kaban telah menjadi buronan KPK setelah lembaga antirasuah mendaftarkan yang bersangkutan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).‎ Fery menjadi buronan setelah mangkir dan tidak kooperatif.

“Kami juga mengimbau agar Fery Suando Tanuray Kaban segera menyerahkan diri. Bersikap kooperatif akan menguntungkan bagi dirinya sendiri dan membantu penyidik untuk mengungkapkan perkara secara terang benderang dan cepat‎,” terangnya.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan 38 anggota DPRD Sumut sebagai tersangka. Mereka diduga menyalahgunakan wewenang atau jabatannya dengan menerima hadiah atau janji dari mantan Gubernur Sumut, Gatot Pujo Nugroho.

Adapun ke-38 anggota DPRD Sumut itu yakni Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, M Yusuf Siregar, Muhammad Faisal, Abul Hasan Maturidi, Biller Pasaribu, Richard Eddy Marsaut Lingga, Syafrida Fitrie, Rahmianna Delima Pulungan, Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser, dan Dermawan Sembilan.

Kemudian ada Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando Tanuray Kaban, Tunggul Siagian, Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tiaisah Ritonga, Helmiati, Muslim Simbolon, Sonny Firdaus, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah, dan Tahan Manahan Panggabean.

Atas perbuatan tersebut, mereka disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 juncto Pasal 64 Ayat (1) dan Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Check Also

Suami Inneke Koesherawati Punya “Bilik Asmara” untuk Bercinta di Lapas Sukamiskin

  JAKARTA – Narapidana kasus korupsi proyek Bakamla, Fahmi Darmawansyah ternyata mempunyai “bilik asmara” di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: