Home / Warta / Politik / KPK Siap Bantu Jokowi Lacak Rekam Jejak Cawapres
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (Foto: Okezone)

KPK Siap Bantu Jokowi Lacak Rekam Jejak Cawapres

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap membantu Joko Widodo (Jokowi) melacak rekam jejak calon wakil yang akan mendampinginya di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. KPK pun mengklaim sudah mengantongi rekam jejak sejumlah nama yang digadang-gadang sebagai cawapres, kendati masih dirahasiakan.

“Wah (nama-nama) itu masih rahasia, tapi kalau diminta (Jokowi), tentu sejauh datanya ada,” kata Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Selasa (27/3/2018).

Saut mengakui pihaknya memang memiliki data-data sejumlah pejabat negara yang tersangkut kasus korupsi di KPK. Oleh karenanya, KPK bisa memberikan masukan kepada Presiden Jokowi untuk memilih pendampingnya di Pilpres 2019.

“KPK bisa memberi masukan, seperti apa seseorang tercatat di KPK,” tuturnya.

Jokowi sendiri akan kembali maju dalam pertarungan perebutan kursi orang nomor satu di Indonesia. Sejauh ini ada sejumlah nama tokoh politik yang digadang-gadang bakal menjadi pendamping Jokowi pada Pilpres 2019.

Mereka di antaranya ada Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, Ketua Umum PPP Romahurmuzy alias Romi, Komandan Komando Tugas Bersama (Kogasma) Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) hingga mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Dari nama-nama di atas, Cak Imin sendiri paling mendapat sorotan publik karena diduga terseret dua kasus di lembaga antirasuah. Pertama, kasus suap Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (DPPID) Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi atau yang dikenal ‘kardus durian’ pada 2011.

Dalam kasus itu, Cak Imin disebut akan menerima jatah uang sebesar Rp1,5 miliar yang dimasukan dalam ‘kardus durian’.

Kemudian, dalam kasus suap pembahasan anggaran untuk dana optimalisasi Direktorat Jenderal Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi pada Kemnakertrans pada 2014, Cak Imin disebut jaksa penuntut umum KPK mendapat jatah sebesar Rp400 juta.

Uang tersebut diduga diperoleh dari mantan mantan Dirjen P2KTrans, Jamaluddien Malik, yang mendapat total Rp6,2 miliar.

Check Also

Catatan Penyelenggaraan Pemilu: Nomor Urut Genap Menang Tiga Kali Pilpres

JAKARTA, Waspada.co.id – Indonesia telah melaksanakan Pemilu Presiden langsung sebanyak tiga kali sejak 2004. Pada ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: