Newsticker
WOL / Warta / Indonesia Hari Ini / KPK Ragukan Komitmen Bea Cukai Bantu Usut Kasus Patrialis Akbar
Jubir KPK Patrialis Akbar (Foto: Okezone)
Jubir KPK Patrialis Akbar (Foto: Okezone)

KPK Ragukan Komitmen Bea Cukai Bantu Usut Kasus Patrialis Akbar

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meragukan komitmen dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai dalam mendukung penyelesaian perkara kasus suap judicial review UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan yang melibatkan Patrialis Akbar.

Dipertanyakannya komitmen Bea dan Cukai itu, menurut Juru Bicara KPK, Febri Diansyah lantaran kompaknya ketiga pejabat Bea dan Cukai itu mangkir dari pemanggilan penyidik KPK sebagai saksi untuk tersangka Basuki Hariman.

“Kita berharap ada konsen serius juga dari Bea dan Cukai yang juga sejak awal katakan akan kolaborasi dan kontribusi proses tegakkan hukum ini. Apalagi saat geledah Bea dan Cukai katakan kita akan dukung KPK dalam proses penyidikan ini,” ujar Febri saat gelar jumpa pers di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (20/3/2017).

Padahal, kata Febri, penyidik lembaga antirasuah sangat membutuhkan keterangan dan klarifikasi lebih lanjut terkait dengan operasi penggeledahan di Gedung Bea dan Cukai beberapa waktu lalu.

Bukan tanpa alasan, Febri menekankan keterangan para pejabat itu dibutuhkan lantaran kasus korupsi ini bersentuhan dengan kewenangan Bea Cukai yang mengawasi transaksi impor dan ekspor.

Selain itu, lanjut Febri, ketiga pejabat Bea Cukai itu diperlukan untuk mendalami proses impor daging yang diduga dilakukan oleh perusahaan milik Basuki Hariman.

“Karena indikasi kasus ini terkait dengan salah satunya proses impor daging tentu saja ada kewenangan Bea dan Cukai yang didalami di sana,” ujar Febri.

Febri menambahkan, tidak ada alasan yang signifikan untuk para saksi mangkir dalam pemanggilan hari ini. Mengingat, seluruh proses untuk memanggil saksi sudah dilakukan secara seksama.

Demi mengusut kasus itu, Febri mengatakan, pada Selasa 21 Maret 2017, penyidik kembali akan memanggil tiga orang saksi dari Bea dan Cukai. “Dan besok semoga ada tiga orang saksi yang diagendakan bisa hadir dan bisa datang,” ujar Febri.

Sekadar diketahui, hari ini penyidik lembaga antirasuah memang memanggil sejumlah pejabat Bea dan Cukai, mereka adalah Kepala Seksi Penyidikan I Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Aris Murdyanto; Kepala Seksi Intelijen I Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok, Bagus Endro Wibowo, dan Kepala Seksi Penindakan I Bidang Penindakan dan Penyidikan, Wawan Dwi Hermawan serta seorang karyawati bernama Ida Johanna Meilani atau Lani.

Baca Juga

WOL Photo

Pengemudi Grab Lindas 4 Bocah Diserahkan ke Satlantas Polrestabes Medan

MEDAN, WOL –  Pengemudi grab, Muhammad Fadoli (43) warga Jalan Multatuli, Lingkungan III, yang melindas ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.