_
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / KPK Kembali Bongkar Amplop Suap “Serangan Fajar” Bowo Sidik Pangarso
Barang Bukti Uang dalam Amplop (Foto: Okezone)

KPK Kembali Bongkar Amplop Suap “Serangan Fajar” Bowo Sidik Pangarso

JAKARTA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali membongkar amplop-amplop yang berisi uang suap untuk serangan fajar mantan Politikus Golkar, Bowo Sidik Pangarso, pada hari ini. Tim akan membuka kardus keempat yang berisi amplop uang suap tersebut.

“Perkembangan penghitungan uang di amplop, sampai siang ini, tim mulai masuk pada kardus keempat‎,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019).

Tim pen‎yidik sendiri telah membongkar tiga dari 84 kardus yang berisi amplop uang serangan fajar Bowo Sidik Pangarso sebelumnya. Saat ini, kata Febri, sudah ada 15.000 amplop yang telah dibuka dan berisi uang total Rp300 juta.

“Sejauh ini telah dibuka 15 ribu amplop. Uang dalam amplop (yang sudah dibuka) berjumlah Rp300 juta,” terangnya.

KPK memastikan akan membongkar 400 ribu amplop yang berisi uang suap untuk serangan fajar tersebut. Namun, KPK butuh waktu yang cukup lama untuk mengungkap keseluruhan isi dalam amplop tersebut.

Dari hasil pengecekan amplop-amplop yang ada di dalam tiga kardus sebelumnya, tim menemukan adanya cap jempol. Namun, KPK menegaskan bahwa amplop yang berisi uang tersebut masih disinyalir untuk kepentingan Bowo maju kembali menjadi anggota DPR.

Bowo sendiri merupakan calon legislatif (caleg) petahana Golkar dari daerah pemilihan (dapil) Jawa Tengah II sekaligus Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa Tengah I kepengurusan DPP Golkar. Saat ini, Bowo telah ditetapkan sebagai tersangka suap jasa angkut distribusi pupuk.

‎Mantan Politikus Golkar tersebut ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait kerjasama pengangkutan bidang pelayaran untuk kebutuhan distribusi pupuk menggunakan kapal PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK).

Selain Bowo Sidik, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya yakni, anak buah Bowo dari PT Inersia, Indung yang diduga juga sebagai pihak penerima suap. Sedangkan satu tersangka lainnya adalah Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia, Asty Winasti, yang diduga sebagai pihak pemberi suap.

Bowo Sidik diduga meminta fee kepada PT Humpuss Transportasi Kimia atas biaya angkut yang diterima sejumlah USD2 per metric ton. Diduga, Bowo Sidik telah menerima enam kali hadiah atau suap dari PT Humpuss.

Check Also

Kolega Dirut PTPN III Sudah Ditangkap di Bandara Soeta

JAKARTA, Waspada.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menangkap Pemilik PT Fajar Mulia Trasindo Pieko ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.