_
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / KPK Blokir Rekening Gubernur Irwandi Yusuf dan Tersangka Suap Dana Otsus Aceh
Irwandi Yusuf. Foto: Antara/Hafidz Mubarak

KPK Blokir Rekening Gubernur Irwandi Yusuf dan Tersangka Suap Dana Otsus Aceh

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memblokir rekening para tersangka kasus dugaan suap pengalokasian dan penyaluran Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018, termasuk Gubernur non-aktif Aceh, Irwandi Yusuf.

Selanjutnya KPK juga memblokir rekening milik Bupati non-aktif Bener Meriah‎ Ahmadi; serta rekening dua pihak swasta Hendri Yuzal dan T. Syaiful Bahri. Ketiganya merupakan tersangka suap dana otsus Aceh.

Pemblokiran rekening karena KPK menduga para tersangka menyimpan uang hasil korupsi di rekeningnya.

‎”KPK telah mengirimkan surat pada bank untuk pembekuan rekening para tersangka,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (17/7/2018).

Foto/Antara

Selain melakukan blokir terhadap rekening para tersangka, KPK juga membekukan rekening salah seorang saksi yang telah dicegah untuk berpergian ke luar negeri.‎ Namun, Febri tidak merincikan siapa seorang saksi yang ikut diblokir rekeningnya.

“(Pembekuan rekening) juga terhadap salah satu saksi yang dicegah ke luar negeri. Rekening saksi tersebut dibekukan karena diduga terkait dengan kasus yang sedang disidik,” terang Febri.

Salah satu nama yang dicegah KPK bepergian ke luar negri yakni Fenny Steffy Burase—model cantik yang dikenal dekat dengan Irwandi Yusuf.

Gubernur Irwandi diduga meminta jatah sebesar Rp1,5 miliar terkait fee ijon proyek-proyek pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) tahun anggaran 2018. Irwandi meminta jatah tersebut kepada Bupati Bener Meriah, Ahmadi.

Namun, Bupati Ahmadi baru menyerahkan uang sebesar Rp500 Juta kepada Gubernur Irwandi lewat dua orang dekatnya yakni Hendri Yuzal dan Syaiful Bahri. ‎Diduga, pemberian tersebut merupakan bagian komitmen fee 8 persen yang menjadi bagian untuk pejabat di Pemerintah Aceh.

Sebagai pihak penerima suap, Irwandi Yusuf, Hendri Yusuf, dan Syaiful Bahri disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagai pihak pemberi suap, Ahmadi disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001.

Check Also

Steffy Burase Ungkap Sumber Dana Aceh Marathon

JAKARTA, Waspada.co.id – Model Fenny Steffy Burase mengakui ada penerimaan uang dari Saiful Bahri, pengusaha ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.