_
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / KPK: 59 Pejabat Kementerian PUPR Kembalikan Uang
antara

KPK: 59 Pejabat Kementerian PUPR Kembalikan Uang

JAKARTA, Waspada.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan puluhan pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang mengembalikan uang diduga suap.

Pengembalian itun dilakukan setelah KPK membongkar dugaan praktik suap pejabat KemenPUPR di proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Tahun Anggaran 2017-2018.

“Total pihak yang mengembalikan uang adalah 59 orang pejabat di Kementerian PUPR,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung Merah Putih KPK, Jumat (8/3/2019).

Febri menjelaskan, pengembalian uang tersebut kini telah disita penyidik. Nantinya, uang tersebut akan dijadikan salah satu barang bukti dalam proses penyidikan.

“Uang tersebut telah disita ke penyidik sebagai bagian dari berkas perkara. Totalnya senilai Rp22 miliar, USD148.500 dan SGD 28.100 ribu,” tutur Febri.

KPK sebelumnya telah menetapkan delapan tersangka terkait kasus tersebut. Diduga sebagai pemberi antara lain Dirut PT Wijaya Kusuma Emindo (WKE) Budi Suharto (BSU), Direktur PT WKE Lily Sundarsih (LSU), Direktur PT Tashida Sejahtera Perkara (TSP) Irene Irma (IIR), dan Direktur PT TSP Yuliana Enganita Dibyo (YUL).

Sedangkan diduga sebagai penerima antara lain Kepala Satuan Kerja SPAM Strategis/Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) SPAM Lampung Anggiat Partunggal Nahot Simaremare (ARE), PPK SPAM Katulampa Meina Woro Kustinah (MWR), Kepala Satuan Kerja SPAM Darurat Teuku Moch Nazar (TMN), dan PPK SPAM Toba 1 Donny Sofyan Arifin (DSA).

Anggiat Partunggal Nahot Simaremare, Meina Woro Kustinah, Teuku Moch Nazar, dan Donny Sofyan Arifin diduga menerima suap untuk mengatur lelang terkait proyek pembangunan SPAM Tahun Anggaran 2017-2018 di Umbulan 3-Pasuruan, Lampung, Toba 1, dan Katulampa.

Dua proyek lainnya adalah pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan daerah bencana di Donggala, Palu, Sulawesi Tengah. Untuk proyek tersebut, mereka menerima masing-masing sebagai berikut. Anggiat Partunggal Nahot Simaremare menerima Rp350 juta dan 5.000 dolar AS untuk pembangunan SPAM Lampung. Selanjutnya, Rp500 juta untuk pembangunan SPAM Umbulan 3, Pasuruan, Jawa Timur.

Meina Woro Kustinah Rp1,42 miliar dan 22.100 dolar Singapura untuk pembangunan SPAM Katulampa. Teuku Moch Nazar Rp2,9 miliar untuk pengadaan pipa HDPE di Bekasi dan Donggala, dan Donny Sofyan Arifin Rp170 juta untuk pembangunan SPAM Toba 1. (inilah/ags/data1)

Check Also

OTT KPK di Jakarta Diduga Terkait Suap Impor Bawang Putih

  JAKARTA – Tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 11 orang dalam ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.