Home / Warta / Politik / Korupsi PLTU Riau-1 Dinilai Beri Tekanan Politik terhadap Airlangga
Airlangga Hartarto (Foto: Ist)

Korupsi PLTU Riau-1 Dinilai Beri Tekanan Politik terhadap Airlangga

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Partai Golkar kembali dilanda isu kasus korupsi, yakni proyek PLTU Riau-1. Dalam perkara tersebut, sejumlah elite partai berlambang pohon beringin sudah terseret, bahkan kini disinyalir mengalir ke Munaslub Golkar.

Menurut Direktur Eksekutif Poldata Indonesia, Fajar Arif Budiman, tuduhan kasus korupsi yang dikaitkan Golkar sarat muatan politik. Apalagi, berlangsung di tahun politik, dan bisa menjadi kampanye hitam terhadap Airlangga Hartarto yang juga ketua umum Golkar.

“Ini adalah kasus korupsi dari satu atau dua kader. Namun, diambil momentumnya untuk menjadi sebuah tekanan politik terhadap Airlangga. Hal tersebut harus dilihat sebagai situasi riak-riak politik pasca-Airlangga tidak dipilih sebagai cawapres oleh Jokowi,” ujarnya kepada wartawan, Jakarta, Jumat (31/8/2018).

Eni Saragih

Dalam sebuah partai, sambungnya, adanya sumbangan politik untuk kegiatan partai merupakan hal yang lazim. Hanya saja, tidak semua memahami asal dana yang diperbolehkan untuk disumbangkan.

Fajar Arif sendiri menilai, di bawah Airlangga, visi Golkar yang bersih terlihat signifikan dan menjadi pencapaian yang baik. Pengunduran diri Idrus Marham dari jabatan Menteri Sosial pun menjadi bukti nyata komitmen Golkar.

“(Di mana,) Idrus mengundurkan diri karena berstatus tersangka dilakukan sebelum pengumuman resmi oleh KPK kepada publik,” tuturnya.

Sementara itu, Wasekjen DPP Partai Golkar Christina Aryani mengatakan, Golkar di masa kepemimpinan Airlangga memang sangat terikat dengan komitmen untuk menjauhi perilaku koruptif.

“Kami diikat untuk membangun kesadaran bersama menghilangkan perilaku koruptif oknum-oknum, sebagai revisi dari era-era sebelumnya yang kerap tersangkut kasus korupsi,” ujarnya.

Airlangga Hartarto

Bila masih ada kader yang terlibat korupsi, ujarnya, maka itu bisa lebih kepada kesalahan individu dan tidak bisa dikaitkan dengan Golkar secara organisasi. Sebab, semua pengurus di era Airlangga juga telah diminta menandatangani Pakta Integritas.

“Jika ternyata tetap ada juga kader yang terlibat korupsi, maka mereka harus mundur dari partai,” tegasnya.

Idrus kini ditahan menyusul politikus Golkar Eni Saragih yang lebih dulu diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Check Also

Idrus Marham Ajak Kader Golkar Kembalikan Uang Suap

JAKARTA, Waspada.co.id – Mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Idrus Marham menyarankan agar kader Partai ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: