Breaking News
Home / Warta / Mancanegara / Korban Tewas Gempa di Iran-Irak Sentuh 450 Orang, Khamenei Minta Upaya Penyelamatan Dimaksimalkan
Ayatollah Ali Khamenei (foto: istimewa)
Ayatollah Ali Khamenei (foto: istimewa)

Korban Tewas Gempa di Iran-Irak Sentuh 450 Orang, Khamenei Minta Upaya Penyelamatan Dimaksimalkan

agregasi
agregasi

 

TEHERAN – Korban jiwa akibat gempa bumi di perbatasan Iran-Irak terus bertambah. Hingga Senin 13 November malam waktu setempat, total korban tewas sudah menyentuh angka 450 orang. Meski demikian, tim SAR terus mencari korban yang diperkirakan berada di balik puing-puing bangunan.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyatakan dukacita mendalam bagi keluarga korban yang ditinggalkan. Pria berusia 78 tahun itu mendesak agar seluruh pejabat Iran dan angkatan bersenjata untuk memaksimalkan upaya membantu para korban, terutama yang terjebak di reruntuhan.

“Semua pejabat harus mengerahkan seluruh kapasitas yang mereka miliki dengan segera untuk mencegah meningkatnya korban jiwa,” tegas Ayatollah Ali Khamenei dalam pernyataan resminya, mengutip dari Tasnim News, Selasa (14/11/2017).

Khamenei juga meminta pasukan militer dari angkatan darat, Garda Revolusi Iran, dan Basij (sukarelawan) untuk segera membantu operasi penyelamatan. Tak lupa ia berdoa agar Iran diberikan berkah serta diberi kekuatan dan ketabahan oleh Allah SWT.

Guncangan gempa berkekuatan 7,3 pada skala Richter (SR) itu terasa di sejumlah wilayah di sebelah barat Iran, tetapi wilayah paling parah terkena dampak adalah Kecamatan Sarpol-e-Zahab di Provinsi Kermanshah. Sedikitnya 14 provinsi di Iran terkena dampak dari gempa tersebut, meski yang terparah tetap berada di Karmanshah yang dihuni sekira 85 ribu penduduk.

Sementara itu di Irak, sedikitnya enam orang tewas dan 68 lainnya luka-luka. Jumlah tersebut menambah total korban tewas di seluruh wilayah Irak mengingat di Kurdistan sudah tujuh orang meninggal dunia dan 325 lainnya luka-luka.

Pejabat Irak menuturkan, wilayah terdampak gempa paling parah berada di Distrik Darbandikham, dekat perbatasan dengan Iran. Sedikitnya 10 rumah rusak berat dan rumah sakit satu-satunya di distrik tersebut hancur akibat gempa sehingga tidak bisa digunakan merawat korban.

Wilayah Iran dan sebagian Irak diketahui berada di jalur sesar utama sehingga cukup sering mengalami getaran. Gempa dahsyat terakhir yang menyebabkan banyak korban tewas terjadi pada 26 Desember 2003. Guncangan gempa berkekuatan 6,6 SR membuat kota bersejarah Bam luluh lantak dan menewaskan sekira 31 ribu orang.

Check Also

WOL Photo/M Rizki

Korban Tertimpa Pohon dan Papan Reklame Bakal Ditanggung Pemerintah

MEDAN, WOL – Kerugian warga korban tertimpa pohon dan papan reklame tumbang akibat bencana alam ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.