Breaking News
Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Komisi VII Sudah Usulkan Harga Gas di Indonesia Diseragamkan
WOL Photo
WOL Photo

Komisi VII Sudah Usulkan Harga Gas di Indonesia Diseragamkan

MEDAN, WOL – Komisi VII DPR-RI yang membidangi energi dan lingkungan hidup sudah mengusulkan agar harga gas di seluruh Indonesia dibuat satu harga. “Itu sudah kita masukkan dalam RUU Migas yang harus segera dirampungkan pembahasannya,” kata Ketua Komisi VII DPR-RI.

Gus Irawan Pasaribu, Ketua Komisi VII DPR-RI mengungkapkan hal itu kepada wartawan di Medan, Senin (20/3), untuk memberikan solusi tentang banyaknya keluhan dan ketimpangan harga gas antar daerah.

Dia mengatakan wacana satu harga gas di seluruh Indonesia sudah masuk dalam draft RUU Migas. “Dasar kita mengusulkan ini juga karena melihat konteks harga bahan bakar di Papua yang bisa diseragamkan dengan daerah lain. Lalu kenapa kemudian harga gas tidak ikut kita seragamkan,” katanya.

Gus Irawan menyatakan komitmen Komisi VII mendesak penerapan harga gas satu harga di seluruh Indonesia dikuatkan oleh seluruh anggota. “Karena begini lo ya. Sumut itu termasuk harga gas industrinya dulu tinggi. Sekarang sudah turun 30 persen walau belum diterapkan. Kita di komisi VII sepakat sesungguhnya harga gas yang mahal diturunkan dan diseragamkan,” katanya.

Tentu untuk menyeragamkan harga ini butuh waktu dan penyesuaian. Karena itu menyangkut transmisi dan distribusi. Lalu dilihat pula sumber gas dari wilayah mana. Semakin jauh mendapatkan sumber gas, tentu biayanya kian tinggi, kata Gus Irawan yang juga wakil ketua Fraksi Gerindra DPR-RI.

“Kawan-kawan di Komisi VII DPR-RI semua mendukung. Bahkan sebenarnya di Komisi VII itu kami ada dua orang dari Sumut. Kemudian yang lain dari berbagai daerah. Prinsipnya kita tidak melihat daerah mana. Kalau misalnya di Sumut harga gas tinggi, anggota komisi yang berasal dari daerah lain konsern berkomitmen mau berjuang bersama menyuarakan kepemerintah agar harga diturunkan,” jelas Gus.

Dia menyatakan jika harga gas tidak bisa diseragamkan akan membuat hambatan di sektor industri. “Nantinya masih akan ada keluhan para pengusaha industri pemakai gas. Selama ini mereka sudah mengeluh karena mahal dan berbeda di tiap daerah. Konteks inilah yang kemudian membuat kita harus bersama-sama mau berjuang menyeragamkan harganya.”

Gus menyatakan apa yang disampaikan Komisi VII ke pemerintah soal harga gas selama ini selalu mendapat respon positif. Walaupun misalnya komisi VII harus aktif menyuarakan pendapatnya ke pemerintah secara berkala. “Kita tidak bisa hanya mengusulkan lalu dibiarkan. Harus kita kejar terus pemerintah dalam berbagai kesempatan.”

Itu jugalah yang harus dilakukan dalam upaya menyeragamkan harga gas seluruh Indonesia, kata dia. “Pada prinsipnya saya yakin pemerintah akan mau mendengar aspirasi dan keluhan pengguna gas. Walau mungkin akan ada pengurangan margin di Pertamina, Pertagas atau PGN misalnya. Sebab merekalah yang mendistribusikan gas ke seluruh daerah,” ungkap Gus.

Namun mau seperti apa pun kondisinya jika bahan bakar minyak saja bisa seragam sampai Papua kenapa gas tidak diupayakan, kata Gus. Memang akan berbeda problem antara BBM satu harga dengan gas.

“Yang saya fahami  soal harga ini akan ditentukan jarak lokasi lapangan gas terhadap pengguna. Berbeda dari komoditas minyak atau komoditas lainnya, gas hanya dapat mencapai konsumen apabila dialirkan melalui pipa gas, dikompresi (CNG), atau dibuat cair terlebih dahulu (LNG), kemudian dikapalkan dan dikembalikan ke fase gas di terminal penerima untuk selanjutnya dialirkan ke pipa transmisi dan distribusi. Tentu ini tidak mudah,” ungkapnya.

Lantas, jelas gus, beberapa lapangan gas berjarak di atas 50 km dari jalur transmisi terdekat, bahkan ada yang ratusan kilometer. Menurut dia, persoalan menjadi rumit manakala volume cadangan gas yang tersedia tidak cukup justifiable secara ekonomis apabila diperhitungkan dengan tambahan biaya penyambungan ke jalur pipa. “Di sisi lain, apabila pasar konsumen gas di sekitar lokasi yang akan dilalui jalur belum tumbuh, itu tidak akan memberikan insentif dorongan bagi investor transmisi gas untuk membangunnya.”

“Artinya begini. Kita sudah memberi inisiatif tentang harga gas yang seragam di seluruh Indonesia. Tinggal mengkalkulasi kira-kira dari sisi infrastruktur dan kesiapan kita menerapkan satu harga. Memang ada problem tapi coba sama-sama kita cari solusi,” ujarnya. (wol/data2)

Editor: Agus Utama

Check Also

foto: Istimewa

Gus Irawan: Negara Merdeka Itu Bebas Dari Kemiskinan dan Utang

MEDAN, WOL – Anggota DPR-RI asal Sumut Gus Irawan Pasaribu mengungkapkan hakikat kemerdekaan bagi suatu ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.