Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Komisi VII Dorong Industri Nasional Ramah Lingkungan
WOL Photo/Ist

Komisi VII Dorong Industri Nasional Ramah Lingkungan

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu menekankan pentingnya industri nasional yang ramah lingkungan. Dunia industri berperan penting sekaligus berkontribusi besar terhadap pembentukan produc domestic bruto dengan capaian 20,16 persen tahun lalu. Namun industri juga menyumbang dampak negatif terhadap lingkungan.

Gus Irawan Pasaribu yang membidangi energi dan lingkungan hidup mengungkapkan hal itu kepada wartawan kemarin. Menurut Wakil Ketua Fraksi Gerindra di DPR-RI itu Komisi VII menginginkan industri Indonesia benar-benar mengacu pada kriteria yang ramah lingkungan, industri berkelanjutan yang peduli pada lingkungan.

Menurutnya, Komisi VII DPR RI juga mendapatkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang menyebutkan ternyata hanya ada 150 perusahaan di Indonesia yang berhasil meraih penilaian peringkat kinerja perusahaan (proper) hijau.

Sementara, yang mendapatkan proper emas hanya 19 perusahaan, proper biru 1.486 perusahaan, dan proper merah sebanyak 130 perusahaan. Komisi VII, menurutnya, mendorong semua perusahaan meningkatkan capaian proper itu, yang merah menjadi biru, yang biru menjadi hijau.

Apalagi, kata Gus Irawan yang juga Ketua DPD Gerindra Sumut, dari sisi regulasi masih dibutuhkan beberapa aturan turunan dari Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) agar bisa lebih implementatif di lapangan.

Gus Irawan secara tegas menyatakan pengelolaan limbah dan sanksi sudah diatur, khususnya limbah B3. “Tetapi, beberapa tempat yang kita kunjungi mendapatkan proper hijau, tapi sebenarnya tidak layak. Ada yang proper biru, tetapi sebenarnya pengelolaan polusi udaranya tidak bagus. Karena itu, kami juga mendorong KLHK meningkatkan kinerja dengan baik,” tuturnya.

Kader Gerindra dari daerah Dapil Sumut ini mengungkapkan upaya menuju industri ramah lingkungan atau industri hijau harus segera dimulai, efisiensi terhadap penggunaan sumber daya alam yang berkelanjutan sehingga mampu terus bersaing di pasar global.

Selain itu, hal ini merupakan salah satu upaya Indonesia untuk mengurangi perubahan iklim dengan meningkatkan energi terbarukan dan pengelolaan hutan dan lahan.

Pada prinsipnya, menurut Gus Irawan, secara umum, industri hijau memiliki karakteristik antara lain, menggunakan bahan kimia yang ramah lingkungan, menerapkan reduce, recycle, reuse dan recovery pada proses produksi, menggunakan intensitas energi dan air yang rendah, meminimalkan limbah, serta menggunakan teknologi rendah karbon. (wol/ags/min/data2)

Editor: Agus Utama

Check Also

Gus Irawan Minta Pemda Support Kopi Daerah

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua Komisi VII DPR RI Gus Irawan Pasaribu meminta pemerintah daerah di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: