Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Komisi VII Desak BUMN Migas Pasok Gas ke PIM
Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu. (Istimewa)

Komisi VII Desak BUMN Migas Pasok Gas ke PIM

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua Komisi VII DPR-RI mendesak badan usaha milik negara yang memiliki izin usaha gas menjual produksi mereka ke PT PIM (Pupuk Iskandar Muda) sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 40/2016.

Gus Irawan Pasaribu, ketua Komisi VII DPR-RI yang membidangi energi dan lingkungan hidup mengungkapkan hal itu, kemarin di Medan,  saat ditanya wartawan tentang kelangsungan pasokan gas ke PT PIM di Aceh.

“Kalau sesuai peraturan menteri ESDM harga gas yang dijual harusnya 6 dolar AS per mmbtu. Kita sayangkan minimnya produksi PT PIM karena hanya satu pabrik saja yang beroperasi. Atau kapasitas produksinya hanya 30 persen,” kata Gus Irawan Pasaribu.

Kondisi itu terjadi karena harga gas yang dijual ke PT PIM sangat mahal, tuturnya. “Harga gas yang dijual ke PIM 9 dolar AS per mmbtu. Wajar kalau kemudian pasok gas untuk produsen pupuk itu tersendat. Mahal begitu,” ucapnya.

Dia meminta untuk mengatasi itu agar kedua pihak duduk bersama lagi untuk mencapai kesepakatan. “Karena ini kan negara ke negara sebenarnya. PT PIM itu BUMN, kemudian pemasok gas ke sana Pertagas yang notabene di bawah Pertamina. Jadi harus ada kesepakatan mereka agar bisa beroperasi maksimal,” tuturnya.

Menurut Gus Irawan yang juga wakil ketua Fraksi Gerindra di DPR-RI, seluruh perusahaan migas yang ada di Indonesia harus menjalankan ketetapan tentang domestic market obligation (DMO) dari 25 persen produksi sumur-sumur migas mereka.

“Sumur migas yang dikelola oleh perusahaan harus mengedepankan DMO dengan mendistribusikan kepada BUMN yang menyangkut hajat hidup orang banyak,” ungkapnya.

Dia berpendapat keberlangsungan PT PIM itu menyangkut hajat hidup orang banyak karena mereka memproduksi pupuk. “Pupuk yang diproduksi itu berhubungan dengan sektor pertanian dan kedaulatan pangan,” jelasnya.

Gus Irawan Pasaribu menilai jika stok pupuk yang tersedia  sedikit kemudian hasil tanam petani terganggu otomatis akan mempengaruhi produksi hasil pertanian. “Bagaimana kita mau mencapai ketahanan pangan kalau faktor pendukungnya tidak beroperasi maksimal,” ungkapnya.

Jadi dia berharap agar ada solusi maksimal atas mahalnya harga gas, kemudian produksi pupuk bisa maksimal sehingga cita-cita Indonesia untuk mandiri di sektor pangan tercapai. “Baru-baru ini kami juga sudah melakukan kunjungan ke PIM. Jadi yang saya sampaikan adalah fakta yang terjadi di lapangan,” ungkapnya. (wol/ags/min/data1)

Editor: Agus Utama

Check Also

Komisi VII: EBT Sudah Masuk Prolegnas 2019

JAKARTA, Waspada.co.id – Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu, mengungkapkan hasil pertemuan internal ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: