_
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / KNKT Butuh Waktu Lama Simpulkan Penyebab Kecelakaan Kapal di Danau Toba dan Selayar
KM Lestari Maju karam di perairan Selayar. (Foto: Ist)

KNKT Butuh Waktu Lama Simpulkan Penyebab Kecelakaan Kapal di Danau Toba dan Selayar

agregasi
agregasi

JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyatakan butuh waktu lama untuk melakukan investigasi terkait kecelakaan kapal motor di Danau Toba dan perairan Selayar.

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan, pihaknya butuh waktu selama dua pekan untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan yang menewaskan banyak orang di dua lokasi berbeda tersebut.

“Hasilnya ya nantilah. Dua minggu lagi nanti kita sampaikan secara lengkap. Apa penyebabnya, apa rekomendasinya,” kata Soerjanto Tjahjono saat dikonfirmasi Okezone, Rabu (4/7/2018).

Oleh karena itu, Soerjanto belum dapat memberikan rekomendasi yang cepat kepada pemerintah untuk mengantisipasi insiden kecelakaan kapal yang kembali terjadi. Sebab, KNKT akan menjadikan satu kesimpulan dua insiden kecelakaan kapal itu.

KM Lestari Maju karam. (Foto: Ist)

“Ya makanya setelah nanti melihat kasus-kasusnya, baru kita ngeluarin rekomendasi sementara dalam jangka pendek. Tapi dalam dua-tiga hari ke depan, kami ngumpulin (data) dulu, kan lagi kita optimalisasi, kita analisis, terus yang di Selayar apa, nanti sekalian kita keluarkan rekomendasinya,” terang dia.

Sebagaimana diketahui, insiden pertama melibatkan KM Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, pada 18 Juni 2018. Diperkirakan terdapat 200 penumpang yang akan menuju Tigaras dari Siamindo di dalam KM Sinar Bangun.

Namun hingga kini baru tiga orang yang ditemukan meninggal dunia dan 18 orang selamat ‎atas insiden kecelakaan kapal itu. Proses pencarian terhadap korban KM Sinar Bangun pun resmi dihentikan pada Selasa 3 Juli 2018.

Tidak berselang lama dari kejadian tenggelamnya KM Sinar Bangun, kecelakaan kedua kembali terjadi. Kali ini KM Lestari Maju yang mengangkut‎ 139 penumpang karam di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, pada Selasa 3 Juli 2018 siang.

Sampai saat ini tim gabungan mendapati 26 korban tewas dalam insiden kecelakaan kapal di Selayar. Petugas pun masih berusaha mencari korban lain.

Check Also

Serius Kembangkan Danau Toba, Jokowi Siapkan Rp3,5 T

HUMBAHAS, Waspada.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku siap mengucurkan dana sebesar Rp3,5 triliun dari Anggaran ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.