Breaking News
_
Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Kisruh Zonasi PPDB, Mendikbud Sebut Sudah Tak Ada Lagi Sekolah Favorit Seperti Dulu
foto: tribun

Kisruh Zonasi PPDB, Mendikbud Sebut Sudah Tak Ada Lagi Sekolah Favorit Seperti Dulu

JAKARTA, Waspada.co.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendi mengatakan banyak orang tua siswa yang bersikap pura-pura belum tersosialisasi sistem zonasi. Muhadjir menilai upaya itu dilakukan agar anaknya bisa masuk ke sekolah yang diinginkan.

Padahal, menurut Muhadjir, pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi sudah diterapkan sejak 2018.

“Masyarakat ini ada yang memang belum tersosialisasi, tetapi ada juga yang pura-pura belum tersosialisasi karena dia masih berharap keinginannya bisa terpenuhi,” kata Muhadjir di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin (24/6).

Dia menerangkan, peraturan di tingkat daerah mulai dari peraturan gubernur, bupati, atau wali kota sudah selesai sejak Maret 2019 silam. Dengan sosialisasi yang telah berlangsung itu, dia berharap tidak terjadi kisruh di daerah-daerah dalam proses pendaftaran siswa baru.

Namun begitu, polemik terkait kebijakan sistem zonasi ini memang mencuat di beberapa provinsi. Muhadjir pun berharap daerah-daerah itu bisa lebih disiplin untuk menjalani kebijakan ini di pelaksanaan PPDB yang akan datang.

“Intinya di beberapa daerah tidak ada masalah kan. Jadi ada daerah yang cukup responsif, ada beberapa daerah yang mungkin di situ persoalannya lebih kompleks,” ujarnya.

Lebih jauh, Muhadjir mengingatkan kembali orang tua siswa bahwa era label sekolah favorit telah berakhir. Menurut dia, tidak ada lagi sekolah favorit saat ini.

Muhadjir mengatakan, situasi di sekolah-sekolah yang dulu dikategorikan favorit itu pun telah berbeda saat ini. “Saya mohon masyarakat mulai menyadari. Tidak seperti dulu, karena sudah tidak ada lagi sekolah [favorit],” katanya.

Sistem zonasi menuai protes sejumlah orang tua murid di beberapa daerah, seperti Jawa Timur dan Jawa Barat. Bahkan, di Jawa Timur PPDB sempat dihentikan sementara.

Sistem zonasi yang menjadikan faktor jarak rumah dengan sekolah membuat orang tua murid tidak dapat memasukkan anaknya ke sekolah yang selama ini dianggap favorit meskipun prestasi anaknya memenuhi syarat. (cnnindonesia/ags/data1)

Check Also

2019, Guru Wajib Mengajar 8 Jam Sehari

JAKARTA – Tahun depan absensi guru akan berlaku online (daring) yang bisa dipantau pemerintah. Tujuannya ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: