Home / Warta / Mancanegara / Kisah Scott Morrison, Mantan Artis Cilik Jadi PM Australia
Foto: Scott Morrison, Perdana Menteri baru Australia. (REUTERS/Marcos Brindicci)

Kisah Scott Morrison, Mantan Artis Cilik Jadi PM Australia

CANBERRA, Waspada.co.id – Nama Scott John Morrison menjadi berita utama di Australia bahkan internasional setelah menggantikan Malcolm Turnbull sebagai Perdana Menteri Australia. Morrison menggeser Turnbull dari kursi kekuasaan setelah memenangkan pemilihan pemimpin Partai Liberal, Jumat (24/8), dengan perolehan suara 45-40 melawan mantan Menteri Dalam Negeri Peter Dutton.

Riwayat Morrison mengurus pemerintahan tak perlu dipertanyakan. Sebelum ditunjuk sebagai menteri keuangan oleh Turnbull pada 2015, dia pernah menjabat sebagai menteri imigrasi dan keamanan perbatasan 2013-2014, serta menteri kesejahteraan sosial 2014-2015 di masa pemerintahan PM Tony Abbott.

Morrison lahir Waverly, Sydney, New South Wales 50 tahun silam. Sang ayah merupakan anggota kepolisian wilayah Waverly selama 16 tahun yang sempat menjabat sebagai wali kota meski tak lama.

Baca: Scott Morrison Terpilih Jadi Perdana Menteri Baru Australia

Dikutip Sydney Morning Herald, Morrison kecil pernah menapaki karier sebagai artis cilik dan membintangi sejumlah iklan komersial televisi. Pria kelahiran 1968 itu mengawali karir politiknya pada 2000 lalu. Saat itu dia menjadi direktur Partai Liberal untuk Negara Bagian New South Wales.

Pada 2007, lulusan ekonomi geografi Universitas New South Wales itu mencoba mencalonkan diri sebagai wakil Partai Liberal dari Division of Cook–wilayah elektoral di pinggiran selatan Sydney yang mencakup daerah Cronulla, Caringbah, dan Miranda–meski kalah.

Saat menjabat sebagai menteri imigrasi dan keamanan perbatasan, Morrison banyak dikritik kelompok hak asasi manusia dan pengacara, terutama setelah Komisi HAM 2014 melaporkan bahwa Australia gagal melindungi anak-anak pengungsi di pusat penahanan imigrasi. Dia juga pencetus kebijakan imigrasi “setop perahu pencari suaka, sebuah kebijakan keras untuk membendung kedatangan pengungsi ke Negeri Kanguru itu.

Karir politik Morrison terbilang mulus. Dia bisa disebut salah satu sekutu dekat Abbott. Abbott bahkan pernah mengatakan bahwa Morrison ialah “orang berbakat yang menjadi salah satu generasi cemerlang anggota parlemen.”

Namun, relasi Morrison dengan anggota Partai Liberal konservatif garis keras merenggang terutama setelah Turnbull menggantikan Abbott sebagai PM dalam perombakan kabinet 2015 lalu. Saat itu, Morrison mengamini permintaan Turnbull yang ingin menariknya masuk dalam kabinet baru.

Hal tersebut memunculkan pertanyaan kesetiaan Morrison pada Abbott. Para pendukung Abbott menyalahkan Morrison yang dianggap gagal membantu PM Australia ke-28 mempertahankan jabatannya saat itu.

Selama menjabat sebagai bendahara negara di masa pemerintahan Turnbull, Morrison sempat memberlakukan beberapa kebijakan ekonomi signifikan seperti pemotongan pajak pribadi, peningkatan defisit, dan pemotongan anggaran negara.

Meski beberapa ekonom tidak terlalu optimis pada kebijakan tersebut, Morrison disebut berhasil mengamankan perekonomian Australia secara menyeluruh.

Dilansir The Guardian, visi misinya soal “pekerjaan dan pertumbuhan” terbilang berhasil. Selama Morrison menjabat pertumbuhan PDB mencapai 3,1 persen dan pengangguran turun tipis menjadi 5,4 persen pada Juli lalu. (wol/cnn/data1)

Check Also

Dubes Tegaskan Australia Belum Ambil Langkah soal Yerusalem

MEDAN, Waspada.co.id – Duta Besar Australia untuk Indonesia, Gary Quinlan, menyatakan pemerintahnya belum mengambil langkah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: