_
Home / Warta / Mancanegara / Kicauan Rasial Trump Dikecam Juga Dikecam PM Selandia Baru
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern (reuters)

Kicauan Rasial Trump Dikecam Juga Dikecam PM Selandia Baru

WELLINGTON, Waspada.co.id – Setelah sebelumnya Perdana Menteri Inggirs Theresa May mengecam penyataan bernada senofobia dan rasial Presiden AS Donald Trump terhadap terhadap anggota kongres perempuan Partai Demokrat. Kini Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern turut mengecam kicauan Presiden AS tersebut..

Berbeda dengan Trump, Ardern malah dengan bangga mengagung-agungkan keberagaman masyarakatnya.

“Kami berpandangan bahwa parlemen kami harus menjadi tempat yang mewakili semua golongan, harus terlihat dan terasa seperti Selandia Baru, yang berarti harus terdiri dari keberagaman budaya dan etnis,” kata Ardern kepada Radio New Zealand, Selasa (16/7).

“Biasanya saya tidak mengerti politik sebagian pihak, tapi untuk menegaskan kepada sebagian besar orang bahwa saya sangat tidak setuju dengan pernyataannya (Trump),” ujar menambahkan.

Pernyataan itu diutarakan Ardern menanggapi kicauan bernada rasis Trump di Twitter. Kicauan tersebut ditujukan Trump kepada sejumlah anggota kongres fraksi Demokrat yang berdarah campuran.

Meski tidak menyebut nama secara langsung, dalam kicauan kontroversialnya itu Trump meminta sejumlah anggota kongres yang dianggap warga keturunan lebih baik angkat kaki ke negara asal mereka dari pada mengkritik pemerintah.

Dilansir AFP, kicauan itu diutarakan Trump setelah Dewan Perwakilan AS mengkritik kondisi fasilitas umum yang tersedia di perbatasan Negeri Paman Sam untuk menampung para imigran gelap yang ditangkap.

Sejumlah anggota Kongres yang merasa tersinggung atas kicauan Trump itu adalah anggota Dewan Perwakilan fraksi Demokrat dari New York, Alexandria Ocasio-Cortez, llhan Omar dari Minnesota, Ayanna Pressley dari Massachusetts, dan Rashida Tlaib dari Michigan.

Ketiga perempuan AS berdarah campuran itu langsung menyerang balik kicauan Trump tersebut yang dianggap mereka tidak pantas dikatakan seorang pemimpin negara.

Selain Ardern, PM Inggris Theresa May juga meluapkan amarahnya menanggapi kicauan rasis Trump tersebut.

Melalui juru bicaranya, May mengecam dan menganggap kicauan Trump yang secara tak langsung mengusir anggota Kongres Partai Demokrat itu “sangat tidak bisa diterima.”

“Pandangannya (May) bahwa bahasa yang digunakan untuk merujuk pada perempuan benar-benar tidak dapat diterima,” ujar juru bicara May kepada para wartawan. (cnn)

Check Also

Tak Akur dengan Trump, Bos Intelijen AS Pilih Mundur

WASHINGTON, Waspada.co.id – Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat, Dan Coats, dilaporkan bakal mengundurkan diri dari ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.