Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Ketua Komisi VII: Anggaran Riset Cuma Naik Sedikit
WOL Photo/Ist

Ketua Komisi VII: Anggaran Riset Cuma Naik Sedikit

JAKARTA, Waspada.co.id – Ketua Komisi VII DPR-RI Gus Irawan Pasaribu menyatakan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKAKL) 2019 Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi walaupun mengalami kenaikan tapi untuk riset dan penelitian sangat timpang. Karena kenaikannya hanya sedikit saja.

Hal itu diungkapkan Gus Irawan Pasaribu, Minggu (10/6) kemarin, melalui sambungan telefon di Medan. Dia mengatakan anggaran 2019 tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. “Untuk Ristek ada kenaikan dari Rp890 miliar sekarang menjadi Rp1,05 triliun. Tetapi bila dibandingkan dengan anggaran Pendidikan Tinggi yang mencapai Rp40 triliun, dana Ristek seperti tidak berarti apa-apa,” jelasnya.

Gus Irawan Pasaribu yang juga wakil ketua Fraksi Gerindra di DPR-RI selalu mendorong agar anggaran riset dan penelitian teknologi ini naik. “Begini lo ya. Saya beberapa kali dengan LIPI, Batan dan badan yang terkait penelitian sama-sama berkunjung ke daerah. Mengembangkan dan menerapkan hasil penelitian untuk diaplikasikan.”

“Bahkan dalam beberapa konsep yang saya gagas di Hidrotani Sejahtera sebagiannya merupakan hasil riset yang dikembangkan. Termasuk budidaya sayur dan ikan air tawar. Bagaimana kita bisa maju kalau anggaran risetnya sedikit. Tidak maju-maju kita,” tuturnya.

Dia mengakui negara maju lebih mengedepankan riset dan teknologi sehingga mampu menerapkan strategi dalam mendorong pembangunan di negaranya. “Saya kira kenaikan anggaran riset yang sangat tipis tidak signifikan mendorong terjadinya akselerasi inovasi dibidang teknologi. Artinya pemerintah terbukti tidak memberikan dukungan penuh terhadap masa depan negeri dalam penguasaan teknologi kalau anggaran risetnya sangat kecil.”

Ketua DPD Gerindra Sumut itu mengemukakan anggaran riset tidak memadai untuk menghasilkan karya inovatif. “Kita sering ke lapangan melakukan uji coba teknologi. Hanya sebatas itu. Untuk skala inovasi yang lebih luas tidak bisa dilakukan.”

Baru-baru ini Gus Irawan berkunjung ke daerah-daerah terutama daerah asal pemilihannya. “Di Mandailing Natal dan Tapsel itu saya coba minta dikembangkan benih padi yang membantu petani. Di sana dulu ada jenis padi terkenal. Sekarang ingin kita kembangkan lagi. Tentu butuh riset, butuh uji coba, memerlukan inovasi. Semua pakai biaya.”

Dia mengungkapkan dalam perspektif anggaran berjalan dan anggaran 2019, adalah bagaimana pemerintah seharusnya mendorong agar inovasi riset semakin meningkat. “Tentu tidak mengurangi anggaran pendidikan. Dibandingkan negara-negara tetangga kita kalah. Malaysia, Singapura, Thailand, kita di bawah lah.”

Belum lagi kalau dibandingkan dengan Korea Selatan, bahkan Korea Utara sekalipun, tuturnya. “Harusnya ke depan pemerintah memikirkan bagaimana agar lebih banyak muncul inovasi dan riset yang membuat kajian mendalam untuk diterapkan di masyarakat.”

Komisi VII, katanya, akan berjuang agar alokasi anggaran untuk riset dan teknologi ditingkatkan secara drastis oleh pemerintah. Prioritasnya adalah pada riset dan teknologi sesuai dengan program Presiden Jokowi dan juga komitmen dari pemerintah.

Apalagi alokasi anggaran yang besar bagi riset dan teknologi juga sebagai tuntutan kebutuhan abad 21 yang merupakan abad kompetitif. Suatu bangsa untuk menang dalam kompetisi itu harus kuat secara inovasi dan ilmu pengetahuan riset dan teknologi.

Selain itu, Komisi VII juga mendorong agar pemerintah mengimbangi dengan peningkatan kapasitas kementerian dan lembaga-lembaga untuk melakukan implementasi terhadap program yang menyerap anggaran secara efektif. (wol/ags/min/data2)

Editor: Agus Utama

Check Also

Komisi VII Minta Kementerian ESDM Pastikan DMO Batubara ke PLN

MEDAN, Waspada.co.id – Ketua Komisi VII DPR RI menyuarakan agar pemerintah dalam hal ini Kementerian ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: