Home / Warta / Mancanegara / Ketua Badan HAM PBB Kutuk Penindasan Minoritas China & Myanmar
Foto: Ketua Badan HAM PBB yang baru kutuk penindasan muslim Rohingya oleh Myanmar dan Muslim Uighur oleh pemerintah China. (Reuters/Mohammad Ponir Hossain)

Ketua Badan HAM PBB Kutuk Penindasan Minoritas China & Myanmar

JENEWA, Waspada.co.id – Kepala Badan Hak Asasi Manusia PBB yang baru kembali mengutuk penindasan kelompok minoritas di negara-negara seperti Myanmar dan China, dan mendesak negara-negara Barat menghormati hak para pendatang.

Dalam pidato pertama sebagai kepala Dewan Hak Asasi Manusia PBB pada Senin (10/9), Michelle Bachelet juga memperingatkan pembangunan tembok hanya akan menyebabkan kekacauan dan penderitaan.

Sidang ke-39 badan PBB ini juga mendengarkan tekad Bachelet untuk “berkomitmen menjembatani perbedaan antar kelompok masyarakat dan mendorong rasa hormat, kesejahteraan dan kebebasan.”

Para diplomat dan pegiat HAM dari seluruh dunia berkumpul di Jenewa, Swiss, mendengarkan pidato perdana Bachelet untuk melihat apakah dia akan mengikuti gaya kasar pendahulunya Zeid Ra’ad Al Hussein.

Bachelet, mantan presiden Chili, memuji Zeid tetapi tampaknya akan menerapkan pendekatan yang lebih halus. Dia hanya menyentuh beberapa situasi hak asasi manusia yang benar terjadi dan menahan diri untuk tidak mengeluarkan kritik keras.

“Saya yakin dewan ini harus mengedepankan konsensus,” ujarnya.

Akan tetapi Bachelet menyuarakan kekhawatiran khusus terkait situasi di Myanmar yang menurut para penyelidik PBB, terdapat cukup bukti untuk mengadili pimpinan militer dan komandan militer lain dalam kasus kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida terhadap kelompok minoritas Rohingya.

Sekitar 700 ribu Muslim Rohingya mengungsi dari negara bagian Rakhine, Myanmar ke Bangladesh setelah pemerintah negara itu melakukan aksi penindasan terhadap para pemberontak, Agustus 2017. Para saksi mengatakan terjadi aksi pembakaran, pembunuhan dan pemerkosaan dalam operasi militer tersebut.

Myanmar menyangkal keras tudingan pembersihan etnis dan menegaskan operasi itu dilakukan sebagai balasan atas serangan-serangan yang dilakukan oleh pemberontak Rohingya.

Bachelet meminta dewan hak asasi manusia PBB menciptakan “mekanisme internasional yang independen” baru untuk mempersiapkan surat dakwaan kriminal atas kekejaman yang terjadi di Myanmar.

Dia mengatakan setelah mekanisme itu terbentuk, panel akan bisa “menyelesaikan dan mendukung” rencana Mahkamah Kejahatan Internasional menyelidiki aspek-aspek tertentu krisis itu dan menciptakan “keadilan bagi Myanmar.”

Versi tertulis pidato Bachelet menguraikan perlakuan China terhadap kelompok minoritas Muslis Uighur.

Dia merujuk pada kajian tentang China yang dibuat oleh para pakar HAM PBB yang independen bulan lalu yang “mengungkap dugaan penahanan warga Uighur dan anggota masyarakat Muslim lain di kamp-kamp pendidikan ulang di Xinjiang.”

Merujuk pada laporan yang mencatat pola pelanggaran HAM di wilayah lain, Bachelet mengatakan: “Kami akan meminta pemerintah untuk mengijinkan kantor (HAM PBB) berkunjung ke seluruh wilayah China dan percaya bahwa kami akan melakukan diskusi atas masalah itu.”

Check Also

1.000 Pesawat Tempur & 36.000 Tank Ikut latihan Perang Terbesar Rusia

TSUGOL, Waspada.co.id – Presiden Vladimir Putin, Kamis (13/9), menghadiri latihan perang terbesar Rusia, yang melibatkan 300 ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: