Home / Warta / Mancanegara / Ketika Saudi dituding mempolitisasi haji
Umat Islam padati Bukit Arafah (dok. REUTERS/Suhaib Salem)

Ketika Saudi dituding mempolitisasi haji

RIYADH, Waspada.co.id – Sistem kuota haji yang diterapkan pemerintah Arab Saudi menentukan berapa banyak jumlah jemaah haji di tiap negara boleh berangkat haji. Arab Saudi kini tengah berseteru dengan sejumlah negara muslim di Timur Tengah. Beberapa negara khawatir ibadah haji akan dipolitisasi oleh Saudi.

Tahun lalu 2,3 juta jemaah berangkat ke Makkah untuk melaksanakan rukun Islam yang kelima itu. Tahun ini angka jemaah yang berhaji diperkirakan bertambah. Haji adalah hajatan besar pemerintah Saudi. Jutaan orang dari seluruh penjuru dunia berkumpul di satu tempat untuk melaksanakan ibadah.

Namun dalam beberapa tahun terakhir Saudi menerapkan kuota haji yang lebih ketat lantaran ada proyek pembangunan di Masjidil Haram. Kuota adalah persentase jumlah warga muslim yang bisa berangkat haji di tiap negara. Proses penentuan ini terkadang diliputi korupsi dan ketidakadilan.

Dikutip dari laman France24, Jumat (17/8), pada Juni 2017, Bahrain, Mesir, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab menerapkan blokade terhadap Qatar. Tindakan itu dibuat sebagai sanksi atas tuduhan Qatar mendukung terorisme.

Awal bulan ini, media lokal Qatar Arrayah melaporkan, warga muslim Qatar tidak bisa berangkat haji lantaran dipersulit otoritas Saudi. Perusahaan jasa travel yang menawarkan layanan naik haji di Qatar mengatakan peluang mereka untuk melayani jemaah kini lenyap karena otoritas Saudi masih menerapkan politisasi ibadah haji.

Harian Okaz di Saudi yang dekat dengan penguasa dalam berita utamanya bahkan menulis sikap pemerintah Saudi terhadap warga Qatar: “Silakan pilih rumah Allah atau Hamad,” merujuk pada keluarga penguasa Qatar.

“Penting bagi warga Qatar untuk melepaskan diri dari rezim yang tidak menghormati agama kita, tidak peduli dengan hak-hak warga sipilnya, ikut campur dan mendanai terorisme,” tulis editorial Okaz pada 9 Agustus lalu.

Namun Kementerian haji dan Umrah Saudi membantah klaim itu dengan mengatakan dalam pernyataan resmi, warga muslim Qatar diizinkan menunaikan ibadah haji. Dalam beberapa tahun belakangan ibadah haji diwarnai insiden memilukan yang menyebabkan banyak jemaah tewas karena terlalu berdesakan.

Peristiwa teranyar adalah ketika sedikitnya 2.000 jemaah meninggal akibat saling injak di Mina. Meski angka jumlah korban masih jadi perdebatan, korban dari Iran tercatat paling banyak.

Perseteruan Iran dan Saudi di Timur Tengah membuat pemerintah Negeri Mullah buat pertama kalinya menganjurkan warganya untuk tidak berangkat haji pada 2016. (wol/mer/data2)

Check Also

Indonesia Minta ke Arab Saudi Penambahan Kuota Haji

JAKARTA, Waspada.co.id – Indonesia kembali mengajukan permohonan tambahan kuota jamaah haji kepada Pemerintah Kerajaan Arab ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: