_
Home / Warta / Mancanegara / Kereta Api Terabas Kerumunan Festival, 59 Tewas
Foto: Ilustrasi (REUTERS/Adnan Abidi)

Kereta Api Terabas Kerumunan Festival, 59 Tewas

PUNJAB, Waspada.co.id – Kecelakaan kereta api di India menewaskan 59 orang dan 57 lainnya terluka, di kota Amritsar, negara bagian Punjab, Jumat (19/10). Ini adalah kecelakaan kereta api terburuk di negara itu sejak 2015.

Pasalnya kereta api ini menerabas orang-orang yang tengah berkumpul di rel kereta itu untuk merayakan festival di kota Amritsar. Menteri Utama Punjab, Amarinder Sing, Sabtu (20/10) menyampaikan kepada reporter bahwa mereka tengah menyelidiki kecelakaan tersebut dan diperkirakan akan selesai dalam empat minggu.

Saat terjadi kecelakaan, warga tengah berkerumun di dekat rel di pinggir kota untuk membakar patung sebagai bagian dari upacara Hindu. Tak disangka kereta melintas cepat dari kegelapan, seperti diungkap petugas dan saksi.

Warga menjatuhkan kesalahan kepada petugas kereta api atas kecelakaan itu. Para kerabat dan penduduk yang berduka berjalan di lokasi kejadian yang masih berlumuran darah untuk memungut barang-barang dari orang yang mereka cintai.

Menurut mereka, tidak ada tanda-tanda apapun ketika kereta itu melintas bertepatan dengan meletusnya petasan di langit dalam festival Dusshera.

“Setiap Dusshera saya setiap tahun dan hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya. Kereta itu mestinya berhenti atau melambat,” jelas Deep Kumari, yang menyaksikan festival itu dari teras rumahnya. “Semua orang disini tahu bahwa akan ada pembakaran patung disini dan akan ada banyak orang.”

Perusahaan kereta api di India memang sering mendapat kecaman terkait catatan keamanan mereka. Kebijakan politis untuk menjaga harga tiket kereta tetap murah membuat perusahaan itu lemah berinvestasi untuk fasilitas keamanan rel, seperti disebutkan kritikus. Harga murah itu demi menjaga 23 juta pelanggan kereta yang menggunakan jasa transportasi itu sehari-hari.

Data dari parlemen menunjukkan terdapat 49.790 orang tewas akibat kecelakaan kereta api di rel di India antara 2015 hingga 2017. Namun Menteri Muda yang mengurus jaringan kereta api terbesar keempat dunia ini menyebut bahwa kereta api tak bisa disalahkan.

“Kereta api tidak diberitahu tentang adanya upacara itu. Mengapa itu diselenggarakan disana? Tidak ada pemberitahuan yang diberikan kepada perusahaan kereta,” katanya ketika mengunjungi lokasi hari ini didampingi pejabat dan polisi.

Pakaian tampak berserakan dan bekas darah ada disekitar rel kereta. Polisi mengatakan mereka masih terus mencari korban untuk memastikan jumlah korban tewas. Sebab beberapa jenazah telah hancur dan tak lagi bisa dikenali.

Rekaman video yang ditayangkan televisi dan media sosial menampilkan patung tengah dibakar di kejauhan diikuti oleh rombongan. Tak lama kereta lewat diantara kerumunan orang yant tengah merekam video di ponsel atau berswafoto.

Saksi juga menyebut bahwa upacara itu sempat tertunda beberapa jam karena tamu utama terlambat. Ia adalah Navjyot Kaur Sidhu, mantan anggota parlemen negara bagian Punjab. Sehingga upacara diadakan bertepatan dengan jadwal kereta lewat. Ia pun telah pergi tepat sebelum kecelakaan terjadi.

Namun ia berkilah kalau pembakaran patung itu dilakukan di enam tempat di Amritsar. Sebagian besar lokasi berada di lapangan dekat rel kereta.

“Mereka (pihak berwenang kereta api) harus setidaknya mengeluarkan petunjuk untuk memperlambat kecepatan kereta. Sungguh kesalahan besar,” kata Kaur di televisi.

Bikram Singh Majitha, pemimpin partai Akali Dal lokal, menyebut bahwa pembakaran patung biasanya terjadi saat matahari terbenam, bukan setelahnya.

“Penyelenggara harus menjawab mengapa penundaan itu terjadi,” katanya. (cnn/data2)

Check Also

Pasca KA Tabrak Mobil, Arus Lalu Lintas Kembali Normal

MEDAN, Waspada.co.id – Tabrakan kereta api bandara dengan mobil minibus diperlintasan tirtanadi Jalan Sisingamangaraja membuat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.