_
Home / Warta / Mancanegara / Kepolisian Sri Lanka Tuduh Presiden Sirisena Gagal Cegah Bom Paskah
foto: Colombo Telegraph

Kepolisian Sri Lanka Tuduh Presiden Sirisena Gagal Cegah Bom Paskah

KOLOMBO,Waspada.co.id – Kepala Kepolisian Sri Lanka, Inspektur Jendral Pujith Jayasundara, menuduh presiden Maithripala Sirisena gagal mencegah terjadinya bom Paskah yang telah membunuh 258 orang.

Diberitakan AFP, dalam petisi 20 halaman berisi komplain yang diajukan ke pengadilan pada pekan lalu, Jayasundra mengatakan bahwa agensi intelijen negara, State Intelligence Service (SIS), meminta dirinya berhenti menginvestigasi militan Islam.

SIS, yang melaporkan langsung ke Sirisena, ingin departemen investigasi teroris di kepolisian berhenti melakukan penyelidikan pada ekstremis Muslim, termasuk pada National Thowheet Jama’ath (NJT), yang disalahkan pada tragedi bom Paskah.

Jayasundara mengatakan, Kepala SIS, Nilantha Jayawardena, tidak menanggapi serius materi intelijen yang dibagikan India tentang peringatan serangan akan datang dari NJT.

Jayasundara bilang meski SIS tidak membagi informasi terkait peringatan itu dengan kepolisian, dia berinisiatif memberi peringatan kepada pejabat seniornya.

Sirisena diketahui telah memberhentikan Jayasundara setelah dia menolak bertanggungjawab atas serangan bom Paskah. Jaksa Agung telah meminta pengadilan tertinggi untuk memutuskan kasus ini.

Jayasundara mengatakan dia ditawari jabatan diplomatik bila menerima hal itu dan mengundurkan diri, tetapi dia menolak dan mengatakan tidak bertanggungjawab atas kekacauan intelijen yang sudah terjadi.

Petisi Jayasundara mengemuka setelah Sirisena secara terbuka menegur pejabat intelijen lainnya, Sisira Mendis, yang mengatakan kepada parlemen bahwa sebenarnya bom Paskah bisa dihindari.

Sirisena, dalam pernyataan resmi, membantah klaim Mendis bahwa badan keamanan tertinggi di Sri Lanka tidak mengadakan pertemuan seperti seharusnya pada masa pengeboman.

Sirisena, yang juga menjabat sebagai Menteri Pertahanan, menjelaskan bahwa dia mengadakan pertemuan National Security Council dua kali sepekan. Hal itu bertentangan dengan pernyataan Mendis yang mengatakan pertemuan terakhir terjadi pada 19 Februari, lebih dua bulan sebelum bom Paskah terjadi pada 21 April.

Sirisena mengatakan dia bertemu dengan kepala kepolsian dan petinggi lainnya 13 hari sebelum serangan dan disebut tidak ada seseorang yang bilang terkait peringatan dari India.

Sejak serangan itu Sri Lanka kini berada dalam keadaan darurat, namun Sirisena mengumumkan pekan lalu bahwa hal itu akan berakhir dalam sebulan. (cnnindonesia/ags/data1)

Check Also

Sri Lanka Siaga Teror Jelang Ramadan

KOLOMBO, Waspada.co.id – Aparat keamanan Sri Lanka sampai saat ini terus waspada terhadap ancaman teror ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: