Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Kepala BNPT: Undang-Undang Terorisme Indonesia Terlengkap di Dunia
foto: kompas

Kepala BNPT: Undang-Undang Terorisme Indonesia Terlengkap di Dunia

agregasi
agregasi

 

MEDAN – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius menegaskan, revisi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme yang dilakukan Pemerintah bersama DPR, telah menjadi perangkat undang-undang anti-terorisme Indonesia menjadi yang terlengkap di dunia pada saat ini.

Hal itu karena perangkat undang-undang tersebut telah mengandung tiga aspek penting dalam penanggulangan terorisme, yakni pencegahan, penindakan serta perlindungan terhadap korban dan kompensasinya.

Komjel Pol Suhardi Alius Dilantik Jadi Kepala BNPT

“Belum ada seluruh dunia ini, UU terorismenya terlengkap seperti ini. Yang terpenting sekarang, bagaimana dengan undang-undang ini, kita kemudian bersatu menjalankannya, agar bangsa ini lebih baik,” ujar Komjen Suhardi, Sabtu (26/5/2018).

Suhardi lebih lanjut mengatakan, untuk mengimplementasikan revisi undang-undang itu, maka dibutuhkan aturan turunan lain. Apalagi dalam revisi tersebut, ada pelibatan TNI dalam penanganan aksi teror.

“Nanti akan ada peraturan presidennya (perpres). Nanti disitu diatur terkait perannya masing-masing. Perpresnya tentu saja akan segera dibuat. Kita tunggu lah,” kata Suhardi.

BNPT sendiri, lanjut Suhardi, berperan lebih kepada deradikalisasi dan pencegahan. Upaya itu dilakukan di dalam Lapas yang dihuni Napi terorisme maupun diluar lapas di seluruh Indonesia.

“Utuk memastikan seorang terduga terorisme tidak melakukan tindakan terorisme lagi, memerlukan waktu cukup lama.

Ada mantan Napi terorisme yang belum mengalami deradikalisasi, akan mengulami perbuatannya kembali. Seperti bom Thamrin dan Bom Samrinda. Itu ada mantan napi terorisme belum kena program deradikalisasi. Jadi itu tugas kita sebenarnya,” tegasnya.

Di Indonesia sendiri kata Suhardi, ada sekitar 630 orang mantan teroris yang kini sudah keluar dari penjara. Dari jumlah itu, hanya sekitar 335 orang yang sudah mengikuti program deradikalisasi. Sementara sisanya belum dan kini tak teridentifikasi oleh BNPT.

“Ke depan kita sedang upayakan pendapataan semua. Kita sedang berkordinasi dengan sejumlah pihak, khususnya Kementerian Dalam Negeri, untuk mengidentifikasi keberadaan mereka,” pungkasnya.

Check Also

Jaksa Agung Tak Pedulikan Pleidoi Aman Abdurrahman

  JAKARTA – Jaksa Agung HM Prasetyo tidak mempedulikan pleidoi terdakwa kasus terorisme Oman Rochman ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: