Home / Warta / Politik / Kepala BIN Budi Gunawan Dinilai Cocok Jadi Pendamping Jokowi di Pilpres 2019
foto: Istimewa

Kepala BIN Budi Gunawan Dinilai Cocok Jadi Pendamping Jokowi di Pilpres 2019

agregasi
agregasi

 

JAKARTA – Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan didnilai cocok menjadi calon wakil presiden (cawapres) potensial pendamping Joko Widodo (Jokowi) di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Pengamat sosial politik yang juga tokoh Muhammadiyah, Abdul Munir Mulkhan berujar, peluang itu bisa saja terjadi, karena Budi Gunawan memiliki modal kultural, birokrat dan prestasinya selama ini, dan dianggap mampu mendongkrak elektabilitas Jokowi.

Abdul Munir yang juga mantan wakil rektor UIN Sunan Kalijaga Yogya, ini menyakini kualitas Budi Gunawan bahkan jauh di atas nama-nama lain yang muncul seperti Gatot Nurmantyo, Anis Baswedan, Muhaimin Iskandar dan Susi Pudjiastuti. Apalagi, lanjut Abdul, kedekatan Budi Gunawan dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri bbisa menjadikannya sebagai bakal cawapres terkuatnya Jokowi.

Modal birokrat BG di antaranya pernah menjabat sebagai Wakapolri dan sekarang menjadi Kepala Bin. Sedangkan modal kulturalnya yakni yang bersangkutan saat ini menjabat sebagai salah satu Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan dikenal dekat dengan siapapun. Sehingga kemungkinan dukungan dari elite politik dan tokoh masyarakat bisa diraih, berkat kemampuan Budi Gunawan dalam berkomunikasi dengan baik dan menjalin relasi yang sangat banyak dari berbagai kalangan.

Meski demikian, Abdul Munir menambahkan, ada yang harus dilakukan Budi Gunawan jika ingin mulus menjadi Cawapresnya Jokowi, yakni melakukan pendekatan dan komunikasi politik dengan banyak parpol dan meningkatkan elektabilitasnya di depan publik.

“’Orangnya friendly (mudah berteman-red). Sejak orang bicara tentang siapa cawapresnya Jokowi nama BG masuk. Saya liat makin kemari, makin naik kualitasnya (Budi Gunawan). Saya kira dia punya pengalaman birokrasi yang baik, punya modal kultural, birokrasi dia punya modal pernah mejabat Wakapolri dan Kepala BIN,” ujar Abdul Munir, Sabtu 29 April 2018.

Abdul menambahkan, Budi Gunawan juga memiliki latar belakang yang bisa meraup suara muslim, khusunya golongan santri.

“Punya modal kultural karena bagaimanapun pemilih di Indonesia kan mayoritas Muslim. Lebih mudah komunikasi karena (Budi Gunawan) Muslim. Budi Gunawan juga santri yang taat. Sehingga dari pengalaman profesional dan modal kulturalnya tinggi, yang masih di-update tingkatkan adalah modal politiknya, karena untuk maju bisa dipilih Jokowi itu kan harus punya dukungan politik. Sehingga perlu memperoleh modal politik dan itu dari partai,” tutur Abdul Munir.

Presiden Jokowi Resmikan Ekspor Perdana Mitsubishi Xpander

Oleh karena itu, kata Abdul, Budi Gunawan perlu meningkatkan komunikasi dengan parpol sehingga mendapat dukungan. “Kalau gak, ya susah dia. Modal kulturan dia sebagai Ketua Dewan Masjid Indonesia bisa jadikan modal komunikasi dengan organisasi sipil keagaamaan Indonesia. Misal NU (Nahdlatul Ulama) dan Muhammadiyah. Dia harus bisa tingkatkan komunikasi itu, sehingga punya bobot untuk bisa dipertimbangkan oleh parpol. Bagaimana dia bisa meyakinkan publik bahwa dia layak dipercaya dan dititipi amanah untuk sejahterakan negeri ini,” tuturnya.

Selain itu, Budi Gunawan perlu tampil di banyak media agar masyarakat lebih mengenal sosok Budi Gunawan.

“Komunikasi banyak ke media, terutama masyarakat yang religius dan parpol. Saya kira kalau kita lihat trennya dari akhir tahun 2017, trennya naik. Bahkan BG mulai menyalip beberapa nama yang masuk bursa cawapres, misal Gatot, Anis, Susi. Dan itu perlu dipelihara dan ditingkatkan lagi sehingga pada detik akhir bisa yakinkan Jokowi untuk dipilih sebagai cawapres dan didukung parpol lebih jauh lagi, memperoleh apresiasi dari amsayrakat sipil, yang nanti akan memilih pasangan presiden dan cawapres,” tutur Abdul.

Budi Gunawan dikenal dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soerkarnoputri. Foto Okezone

Nama Budi Gunawan mendapatkan perhatian berdasarkan survei capres dan cawapres yang dilakukan sejumlah lembaga survei. Dalam survei tersebut nama budi gunawan disebut sebagai tokoh yang memiliki elektabilitas tinggi sebagai cawapres untuk dipasangkan dengan Jokowi.

Simulasi dari sejumlah lembaga survei itu, jika Jokowi berpasangan dengan Budi Gunawan akan mendapatkan 34,6 persen. Sementara Prabowo berpasangan dengan Anies akan mendapatkan 22,0 persen.

Sebaliknya jika Prabowo menjadi cawapres untuk Jokowi, maka tidak ada tokoh lain yang mampu menyaingi pasangan Jokowi-Prabowo.

Check Also

Refleksi 4 Tahun Jokowi-JK: Catatan Sukses dan PR yang Masih Tersisa

  JAKARTA – Tanggal 20 Oktober selalu “diperingati” sebagai hari diangkatnya Joko Widodo sebagai Presiden ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: