Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Kenaikan Harga Sawit Pengaruhi Harga Minyak Goreng
tmpo.co

Kenaikan Harga Sawit Pengaruhi Harga Minyak Goreng

MEDAN, Waspada.co.id – Tren kenaikan harga sawit belakangan ini telah menyeret kenaikan pada harga produk turunannya yakni minyak goreng.

Kenaikan harga minyak goreng tersebut terjadi sekitar 2 hingga 3 bulan belakangan. Setelah sebelumnya sempat turun dalam kisaran Rp8000-an/kg untuk minyak curah. Harga minyak goreng curah saat ini dijual di kisaran Rp10 ribu/kg.

“Memang ada kenaikan yang signifikan seiring dengan kenaikan harga sawit yang sempat terjungkal di kisaran 1800 ringgit per ton menjadi 2300-an ringgit pada saat ini. Kenaikan harga minyak sawit atau CPO sekitar 27 persen telah mengerek kenaikan harga minyak goreng sekitar 20 persen,” tutur Ekonom Sumut, Gunawan Benjamin, Jumat (15/2).

Kenaikan harga tersebut terbilang sangat wajar karena beban biaya produksi mengalami kenaikan setelah terjadi kenaikan pada bahan baku minyak sawit sebagai bahan utama pembuatan minyak goreng.

“Sementara itu, perlahan harga telur ayam belakangan ini mengalami penguatan. Dibandingkan dengan harga daging ayam, harga telur ayam memang terbilang lebih lambat laju penguatannya. Tren penguatan Rupiah yang terjadi di awal Desember hingga saat ini, membuat sejumlah harga kebutuhan bahan pakan impor mengalami penurunan,” ungkapnya.

Termasuk komponen lainnya yang memberikan kontribusi besar terhadap pembentukan harga.

“Harga telur ayam saat ini dijual di kisaran Rp21 ribu/kg dari sebelumnya sebesar Rp24 ribu/kg-nya. Akan tetapi penurunan harga tersebut juga mendapatkan keluhan dari peternak. Kenaikan biaya input produksi telur ayam yang justru diikuti dengan penurunan harganya akan membuat peternak tidak mendapatkan keuntungan yang maksimal,” jelasnya.

Walau demikian, di tingkat pedagang tradisional ada sejumlah pedagang yang menjual telur ayam di kisaran Rp22.400 ribu/kg-nya. Kinerja harga telur ayam diperkirakan akan sulit di bawah Rp20 ribu/kg dengan melihat perkembangan kenaikan harga sejumlah bahan baku input ditambah dengan produktifitas peternak yang mengalami kenaikan seiring dengan bertambahnya jumlah ayam petelur.

“Di sisi lain, harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya terpantau stabil dengan kecenderungan mengalami penurunan. Sejauh ini, harga cabai merah masih terpantau mengalami pelemahan dijual di kisaran Rp15 ribu/kg-nya. Sementara harga cabai rawit dijual di kisaran Rp32 ribu/kg-nya,” pungkasnya.(wol/eko/data1)
Editor: SASTROY BANGUN

Check Also

2 Hal Fokus Bulog Untuk Stabilkan Harga

MEDAN, Waspada.co.id – Untuk terus melakukan stabilkan harga, Perum Bulog Divre Sumut fokus terhadap dua ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: