Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Kementerian BUMN Dukung Target 1.000 Emiten
Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Shutterstock)

Kementerian BUMN Dukung Target 1.000 Emiten

agregasi

 

JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendukung permintaan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menginginkan 1.000 perusahaan (emiten) tercatat (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Pemerintah mendukung permintaan Ibu Sri Mulyani untuk mencapai target 1.000 emiten, ini terus kita persiapkan agar anak usaha BUMN bisa IPO,” kata Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro. Dia mengatakan, pemerintah terus berupa mempersiapkan sejumlah anak usaha dan cucu perusahaan pelat merah untuk melepaskan sahamnya ke publik. Dana hasil penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) tersebut akan digunakan untuk pengembangan usaha. Menurut Aloy, sejumlah anak usaha BUMN tersebut masih fokus membenahi struktur dan kinerjanya.

Untuk itu, dalam waktu dekat Kementerian BUMN masih belum mengajukan pencatatan saham perdana anak usaha pelat merah karena masih memperkuat dengan struktur yang lebih baik. “Kita melihat size-nya juga, jadi jangan sampai anak usaha BUMN itu kita lakukan IPO, tapi sahamnya kecil atau malah menurun setelah dilepas ke publik,” katanya.

Aloy mengakui, sebelumnya Kementerian BUMN sempat menargetkan sedikitnya terdapat 10 anak usaha BUMN yang menjadi perusahaan terbuka tahun ini. Namun, hingga saat ini baru ada tiga perusahaan yang sudah IPO. Ketiganya, yaitu PT BRI Syariah Tbk anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk, PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (persero), dan PT Asuransi Tugu Pratama Tbk anak usaha PT Pertamina (persero).

IHSG Menguat 0,57 Persen ke Posisi 6.152,86

“Sampai akhir tahun ini belum ada rencana anak usaha BUMN lagi yang IPO, rencananya akan mulai IPO lagi pada Maret 2019. Sejauh ini anak usaha tersebut masih dalam persiapan dari sisi internal, kalau size-nya bagus langsung dilepas,” katanya. Presiden Direktur Danareksa Sekuritas Jenpino Ngabdi mengatakan, pada awal tahun 2019 nanti sedikitnya ada empat anak usaha perusahaan BUMN yang akan melakukan aksi korporasi berupa pelepasan saham perdana. Adapun rencana itu sejalan dengan situasi dan kondisi pasar modal termasuk perekonomian Tanah Air. “Ada tiga atau empat anak usaha BUMN yang dipersiapkan untuk dilepas sahamnya ke publik pada awal tahun 2019,” kata dia.

Jenpino menjelaskan, sebagian besar dari anak usaha perusahaan BUMN itu sebelumnya sudah berniat melantai di bursa pada 2018 ini. Namun, mereka menunda rencana IPO karena melihat kondisi pasar yang tidak memungkinkan. Dia menyebutkan, beberapa anak usaha BUMN yang akan melantai di bursa antara lain, PT Wika Realty anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) anak usaha PT Pelabuhan Indonesia II (Persero). Sejauh ini, kata Jenpino, anak usaha BUMN tersebut sedang melakukan proses persiapan. Mereka tengah menunggu waktu yang tepat untuk melancarkan aksi korporasinya.

“Jadi, siap-siap melihat waktunya. Mungkin Desember, mereka sudah siap dengan bukunya. Karena Desember, mereka harus siap juga. Nah, kalau waktunya pas, ya semester pertama,” katanya. Dia menambahkan, para calon emiten itu tidak terpaku terhadap perhelatan politik seperti pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan presiden (pilpres) yang akan berlangsung tahun depan. “Kita lihat waktunya dan pasarnya seperti apa. Sebelum atau setelah pilpres, waktu yang bagus kita masuk,” kata dia. Lebih lanjut, dia menambahkan, para calon emiten itu tidak terpaku terhadap perhelatan politik seperti pemilihan umum (pemilu) dan pemilihan presiden (pilpres) yang akan berlangsung pada tahun depan.

“Kita lihat waktunya dan pasarnya seperti apa. Sebelum atau setelah pilpres, waktu yang bagus kita masuk,” pungkas dia. Sementara itu, Direktur Eksekutif Indef Enny Sri Hartati mengatakan, ada banyak hal positif akan dinilai masyarakat apabila pemerintah mendorong perusahaan BUMN go public tahun 2019. BUMN yang IPO tahun politik justru akan sangat bagus bagi masyarakat dan citra pemerintah. Namun, dia mengingatkan pemerintah jangan sekadar melakukan pencitraan karena bisa menjadi bumerang. “Itu bisa jadi nilai jual sangat bagus untuk pemerintah karena akan diapresiasi masyarakat. Tapi, harus serius implementasi seperti apa. Bisa jadi bumerang kalau sekadar asal-asalan lalu gagal,” katanya.

Pengamat ekonomi dan Founder LBP Institute Lucky Bayu Purnomo juga melihat BUMN yang melantai di bursa akan menjadi momentum positif pada tahun politik. Ini kesempatan emas untuk pemerintah dan kementerian BUMN yang menegaskan adanya niat membawa BUMN menjadi transparan dan lebih baik. “Justru tahun politik upaya penyelewengan lebih minim karena itu tahun konsolidasi. Dibandingkan tahun berjalannya pemerintahan,” ujar Lucky.

Sebagai catatan, sepanjang pekan lalu terdapat tiga pecatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu pada Senin (10/12), PT Urban Jakarta Propertindo Tbk (URBN) dan PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) secara resmi mencatatkan sahamnya di Papan Pengembangan BEI. URBN dan SOTS menjadi perusahaan tercatat ke-54 dan ke-55 yang mencatatkan sahamnya di BEI pada 2018.

Sedangkan pada Rabu (12/12) PT Mega Perintis Tbk (ZONE) secara resmi mencatatkan sahamnya di BEI. ZONE menjadi perusahaan tercatat ke-56 yang mencatatkan sahamnya di BEI pada 2018.

Check Also

Promotor Menambah Persediaan Tiket Untuk Dijual

JAKARTA, Waspada.co.id -Penjualan tiket John Mayer World Tour 2019 di Jakarta yang telah dilakukan pada ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: