Newsticker
WOL / Warta / Indonesia Hari Ini / Kemenlu Pantau Keberadaan Habib Rizieq di Arab Saudi
Imam Besar FPI, Habib Rizieq (Foto: Okezone)
Imam Besar FPI, Habib Rizieq (Foto: Okezone)

Kemenlu Pantau Keberadaan Habib Rizieq di Arab Saudi

agregasi
agregasi

 

YOGYAKARTA – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terus memantau perkembangan informasi, baik di dalam maupun luar negeri. Begitu juga dengan kasus Firza Husein yang menyeret nama Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab.

Pihak Kepolisian sendiri tengah berupaya menghadirkan Habib Rizieq di hadapan penyidik sebagai saksi dalam kasus dugaan chat pornografi dengan tersangka pemufakatan makar Firza Husein. Berhembus informasi jika Rizieq masih berada di Arab Saudi.

Wakil Menteri Luar Negeri, Abdurrahman Mohammad Fachir mengaku belum mengetahui secara pasti keberadan Habib Rizieq di luar negeri. Namun, Kemenlu sudah mendeteksi keberadaan Rizieq berdasar informasi yang diperoleh.

“Kita memantau berdasarkan informasi yang kita peroleh dari penegak hukum,” katanya pada wartawan usai menjadi pembicara dalam Experts Meeting bertema Strategi Diplomasi Publik Indonesia di Era Digital di Fisipol UGM Yogyakarta, Rabu (17/5/2017).

Hingga saat ini, kata dia, Kemenlu belum mendapat permintaan dari aparat penegak hukum (kepolisian) untuk memulangkan Habib Rizieq ke Tanah Air. Pihaknya hanya sebatas memantau keberadan Habib Rizieq di luar negeri, namun tak ingin membeberkannya.

“Kalau ada permintaan dari penegak hukum, akan kita tindaklanjuti, itu tergantung dari aparat penegak hukum. Kita memantau saja, kecuali ada permintaan dari kepolisian,” tuturnya.

Kemenlu, kata dia, tidak bisa bekerja sendiri dengan memulangkan seseorang saat berada di luar negeri dengan alasan yang jelas. Tak heran, pihak Kemenlu masih menunggu jika ada permintaan dari aparat kepolisian.

“Jika nanti kepolisian mengeluarkan semacam red notice, kita akan komunikasikan kepada Negara yang bersangkutan. Terutama, red notice itu sifatnya Internasional, kerjasama antar negara yang memang sudah menjadi norma Internasional,” katanya.

“Jadi siapapun, Negara manapun yang kemudian mengeluarkan red notice, semua polisi Internasional yang menjadi anggota Interpol harus bekerja sama dalam upaya menindaklanjuti permintaan tersebut,” pungkasnya.

Baca Juga

Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono (foto: Ist)

Polisi Sangat Hati-hati Tentukan Status Tersangka Rizieq

JAKARTA, WOL – Penyidik Kepolisian Indonesia berhati-hati untuk menelusuri dugaan keterlibatan Rizieq Shihab dalam kasus ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.