Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Kejagung “Buang Badan” Terkait Raibnya Mobil Milik Bos First Travel yang Disita Kejari Depok
Mobil Mewah Milik Bos First Travel yang Sempat Raib di Kejari Depok (foto: Ist)

Kejagung “Buang Badan” Terkait Raibnya Mobil Milik Bos First Travel yang Disita Kejari Depok

agregasi
agregasi

JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) mengklaim tidak mengetahui soal menghilangnya sejumlah aset milik First Travel berupa mobil mewah yang dirampas untuk negara terkait dengan perkara penipuan yang dilakukan oleh agen travel tersebut.

Menurut Jaksa Agung M Prasetyo, soal raibnya sembilan kendaraan mewah dari sebelas yang disita, bukanlah urusan dari Korps Adhyaksa. Mengingat, kata dia, putusan Hakim telah menyatakan aset tersebut telah dirampas untuk negara.

“Jangan tanyakan ke saya itu (soal mobil First Travel hilang), tak ada urusannya, tanya kepada siapa yang pinjam, kan barang rampasan itu bisa diserahkan kepada negara bisa dimusnahkan, bisa dilelang dan bisa diserahkan kepada yang berhak,” kata Prasetyo di Kantor Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (19/7/2018).

Deretan Mobil Mewah Milik Bos First Travel (foto: Okezone)Deretan Mobil Mewah Milik Bos First Travel (foto: Okezone)

Sementara itu, Kapuspenkum Kejagung M Rum berdalih bahwa tidak mungkin barang bukti yang disita bisa menghilang. Dia pun menyinggung semua keputusan terkait perkara tersebut sudah dipaparkan dalam sidang putusan.

“Ya saya pikir mana ada barang bukti ilang, semuanya kan dijelasin di sidang itu,” ucap Rum dikonfirmasi terpisah.

Di sisi lain, saat ditanyakan apakah aset tersebut dipindahkan, Rum meyakini barang bukti tidak akan diamankan ke tempat lain.

“Bukan diamanin, yang ada yang ilang. Nanti saya belum liat putusan lengkapnya. Siapa yang ngomong ilang lagi,” tutur Rum.

Sebelumnya, dari sejumlah ratusan aset milik First Travel yang disita, 9 dari 11 barang bukti mobil mewah yang terparkir di halaman parkir Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok raib entah kemana.

Terkait hilangnya mobil mewah milik First Travel di Halaman Kejari Depok, Juru Bicara Pengadilan Negeri (PN) Depok Teguh Arifiano mengatakan, pihak kejaksaan sudah menyalahi prosedur.

“Barang bukti perkara yang belum berkekuatan tetap (inkrach) tidak diperbolehkan untuk dikeluarkan walau sifatnya pinjam pakai. Karena dalam putusan majelis hakim PN Depok barang bukti tersebut disita untuk negara. Jika barang bukti itu tidak kembali bagaimana ?” kata Teguh selaku Hakim Anggota Perkara First Travel, di PN Depok, Selasa 17 Juli 2018.

Check Also

Ngotot Banding Vonis Ahok, Jaksa Agung Dicecar Komisi III DPR

  JAKARTA – Komisi III DPR mempersoalkan langkah Kejaksaan Agung yang tetap mengajukan banding terhadap ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: