Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Kebijakan Bagasi Berbayar, Ini Dampak Bagi Perekonomian
WOL Photo

Kebijakan Bagasi Berbayar, Ini Dampak Bagi Perekonomian

MEDAN, Waspada.co.id – Kebijakan bagasi berbayar yang dilakukan beberapa maskapai penerbangan di Indonesia memberikan dampak besar bagi perekonomian.

Terutama pada perekonomian di sektor pariwisata nasional. Pasalnya, masyarakat akan mengurangi dan berpikir panjang untuk berpergian menggunakan jasa trasportasi pesawat terbang.

Dan akan mengurangi jumlah wisatawan yang berkunjung ke berbagai wisata di Indonesia. Tentu ini akan merugikan berbagai pihak dan memperkeruh perekonomian secara tidak langsung.

Melihat hal ini, Ekonom Sumut, Wahyu Ario, menuturkan bahwa bagasi berbayar yang diterapkan oleh sebagian maskapai akan memberikan dampak buruk bagi perekonomian.

“Apalagi, sekarang dibarengin dengan harga tiket pada akhir tahun lalu dan tahun ini memang relatif meningkat dan bertahan. Penyebabnya banyak faktor, seperti harga avtur yang mahal, nilai tukar rupiah yang melemah dan semakin rendahnya persaingan antar operator penerbangan,” tuturnya kepada Waspada Online, Senin (11/2).

Seperti diketahui saat ini Sriwijaya Air dan NAM Air sudah berada di bawah operasional Garuda, sehingga kebijakannya akan mengikuti Garuda Indonesia. Awalnya, banyak yang memperkirakan juga harga tiket mahal karena high season, tetapi low season seperti saat ini juga harga tiket masih bertahan.

“Menurut saya, agar persaingan lebih baik, masyarakat juga punya pilihan lebih banyak, jalur-jalur penerbangan juga dibuka ke penerbangan lainnya, sehingga ada persaingan yang lebih besar. Jika dalam satu jalur penerbangan hanya dikuasi satu atau dua operator, maka akan membentuk pasar oligopoli atau monopoli, dengan demikian harganya akan mahal.” ungkapnya.

Jika ini berlangsung terus, maka ini juga akan mengancam pariwisata nasional. Dengan tiket pesawat domestik yang tinggi, masyarakat akan mencari alternatif tujuan wisata di negara lain yang harga tiketnya lebih terjangkau.

“Maka yang rugi malah Indonesia sendiri. Devisa kita kan lebih banyak keluar. Walau awalnya saya berfikir strategi penerbangan dengan bagasi berbayar adalah untuk menekan biaya penerbangan bagi penumpang yang tidak memiliki bagasi banyak. Karena wajar juga, penumpang yang membawa beban lebih sedikit membayar dengan harga lebih rendah. Namun ternyata, tiket masih tetap, lalu bagasi bertambah,” jelas Wahyu Aryo.

“Jadi malah menyebabkan harga tiket dan bagasi berbayar membuat penumpang harus memikirkan budget yang lebih tinggi lagi,” pungkasnya.(wol/eko/data1)
Editor: SASTROY BANGUN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: