Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Kata Djarot Saat Tinjau Pembangunan Terminal Peti Kemas Belawan Fase 2
WOL Photo/Ega Ibra

Kata Djarot Saat Tinjau Pembangunan Terminal Peti Kemas Belawan Fase 2

MEDAN, Waspada.co.id– Djarot Saiful Hidayat meninjau perkembangan pembangunan terminal peti kemas Pelabuhan Belawan fase 2, Kamis (3/5). Calon Gubernur Sumatera Utara nomor urut 2 itu datang bersama dua anggota DPR RI yakni Trimedya Panjaitan dan Nusyirwan Sudjono.

Di hadapan Djarot dan dua anggota DPR RI, Dirut Prima Terminal Peti Kemas, Jenson Sitohang, menjelaskan pelaksanaan pengembangan Terminal Peti Kemas Pelabuhan Belawan fase 2 telah mencapai sekitar 70 persen hingga awal Mei 2018.

Proyek yang pembangunannya dimulai sejak tahun 2014 tersebut menggunakan anggaran Rp3 triliun yang terdiri dari pekerjaan sipil pembangunan terminal peti kemas sebesar Rp1,4 triliun dan pengadaan alat bongkar muat senilai Rp1,6 triliun.

Sedangkan alat bongkar yang akan digunakan adalah empat unit “Shire to ship” (STS), 12 unit “automed Runner tyrwd gantry” (A-RTG), 20 unit terminal truk, dan terminal operating system. “Untuk menyiapkan lahan pembangunan terminal fase 2 tersebut, pihaknya mendatangkan pasir dari Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai yang sistemnya tetap menjaga kelestarian lingkungan,” ujar Jenson Sitohang.

Selama ini kata Jenson, arus bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Belawan hanya berkisar satu juta Teus per tahun. Namun jika fase 2 itu selesai, direncanakan total produksinya bisa mencapai 2,1 juta Teus per tahun.

Diharapkan dengan keberadaan terminal fase 2 tersebut, kapal-kapal berukuran besar yang melayari perairan internasional juga dapat berlabuh di Pelabuhan Belawan. Setelah mendengar penjelasan tersebut, Djarot Saiful Hidayat menyampaikan apresiasi atas kinerja dan tingkat pembangunan terminal peti kemas fase 2 Pelabuhan Belawan.

Djarot menilai, pembangunan terminal peti kemas fase 2 tersebut menjadi salah satu indikasi awal kebangkitan ekonomi Sumatera Utara. Dalam pembangunan yang dijalankan Presiden Joko Widodo, Sumatera Utara adalah motor untuk menggerakkan perekonomian di Indonesia, terutama di bagian barat.

“Itu kenapa Pak Jokowi memberi perhatian yang fokus ke Sumatera Utara karena provinsi ini berhadapan dengan negara-negara lain untuk menggenjot ekspor,” katanya.

Dengan perluasan dermaga peti kemas itu, ujar Djarot, maka kapasitas pelabuhan peti kemas Belawan menjadi dua kali lipat dan jangkauannya juga akan semakin luas karena kegiatan ekspor barang bisa langsung ke India, Dubai, Jepang, dan China.

Dengan cara itu juga, berbagai jenis industri dari hulu sampai hilir yang ada di Sumatera Utara dapat diekspor lebih cepat dehingga pertumbuhan ekonomi di provinsi tersebut akan meningkat.

“Belum lagi kita berbicara multiplier effect-nya. Berapa lapangan kerja yang akan dibuka, ada berapa usaha-usaha rakyat yang bisa dihidupkan. Dan, orientasi kita bukan hanya lingkup dalam negeri, tapi juga ekspor impor,” ujar cagub yang didukung PDI Perjuangan dan PPP itu. (wol/djs/data2)

Editor: Agus Utama

Check Also

Almisbat Desak Kapolri Tangkap Penghina Suku di Facebook

MEDAN, Waspada.co.id – Aliansi Masyarakat Sipil untuk Indonesia Hebat (Almisbat) mendesak Kepala Kepolisian Republik Indonesia, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: