Home / Warta / Indonesia Hari Ini / Kasus Pembobolan 14 Bank Diduga Libatkan ‘Orang Dalam’
Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Wadir Tipideksus) Kombes Daniel Tahi Mona Silitonga. (ist)

Kasus Pembobolan 14 Bank Diduga Libatkan ‘Orang Dalam’

JAKARTA, Waspada.co.id – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri terus mengusut kasus pembobolan 14 bank yang dilakukan oleh PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP). Salah satunya, polisi akan mengusut apakah ada keterlibatan pihak orang dalam bank dalam kasus ini.

Wakil Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Wadir Tipideksus) Kombes Daniel Tahi Mona Silitonga menyindir 13 bank dari BUMN dan swasta yang tidak melaporkan kasus penipuan, penggelapan hingga pemalsuan dokumen ini ke pihak kepolisian. Sebab, dari data 14 bank yang menjadi korban, hanya Bank Panin yang melapor pada Agustus 2018 lalu.

“Kita mengetahui setelah korban (Bank Panin) berani melapor, meskipun nanti dari mereka ada yang harus kita tindak,” kata Daniel, Rabu (26/9).

Daniel menyebut tak menutup kemungkinan adanya keterlibatan pihak bank dalam kasus ini. Daniel mengatakan bisa menjerat oknum bank bila terlibat sesuai Undang-Undang No 10 tahun 1998 tentang Perbankan. Selain itu juga bisa dijerat Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi untuk pihak Bank BUMN tersebut.

“Justru nanti ada dua persoalan kalo terhadap bank-nya kena undang-undang perbankan no 10 ancaman 10 tahun penjara, pelakunya PT SNP kena tindak pidana penipuan, penggelapan, pemalsuan dokumen dan pencucian uang,” tutur dia.

Terbongkarnya kasus ini berawal dari adanya laporan Bank Panin pada awal Agustus 2018 lalu. Adapun modus PT SNP mengajukan pinjaman fasilitas kredit modal kerja dan fasilitas rekening koran kepada Bank Panin periode Mei 2016 sampai 2017 dengan plafon kepada debitur sebesar Rp 425 miliar.

Akan tetapi pada Mei 2018 status kredit tersebut macet sebesar Rp141 miliar.

Polisi sendiri sudah menangkap dan menetapkan lima tersangka yakni Direktur Utama PT SNP berinisial DS, AP (Direktur Operasional), RA (Direktur Keuangan), CDS (Manager Akutansi) dan AS (Asisten Manager Keuangan).

Tiga orang masih menjadi DPO yakni LC, LD dan SL yang berperan sebagai pemegang saham dan merencanakan piutang fiktif. (inilah/ags/data2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: