Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Juli, Medan Alami Inflasi 0,07 Persen
foto Eko Tarore
foto Eko Tarore

Juli, Medan Alami Inflasi 0,07 Persen

MEDAN, WOL – Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Wilayah Sumatera Utara, pada Juli 2016 Medan mengalami Inflasi 0,07 Persen.

Bulan Juli ini, Medan adalah salah satu dari 4 kota yang mengalami inflasi di Sumatera Utara, yakni Sibolga sebesar 0,91 persen, Pematang Siantar 0,17 persen, Padang Sidempuan 1,57 persen dan Medan 0,07 persen.

“Perkembangan harga berbagai komoditas di Kota Medan pada bulan Juli 2016, secara umum menunjukan adanya peningkatan. Oleh karena itu, berdasarkan hasil pemantauan data BPS, Kota Medan mengalami inflasi sebesar 0,07 persen,” tutur Kepala Badan Pusat Statistik Sumut, Ir Wien Kusdiatmono kepada Waspada Online di Kantornya, Senin (1/8).

“Inflasi ini terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks pada kelompok kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,90 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,85 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,74 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,68 persen, kelompok sandang sebesar 0,48 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,13 persen,” terangnya.

Sedangkan berdasarkan data BPS, kelompok-kelompok yang mengalami deflasi adalah kelompok bahan makanan sebesar sebesar -2,01 persen.

“Dan beberapa kelompok pengeluaran yang memberikan andil atau penyumbang terhadap inflasi yaitu kelompok bahan makanan -0,48 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,12 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,16 persen, kelompok sandang 0,03 persen, kelompok kesehatan 0,01 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, olah raga 0,06 persen dan kelompok komunikasi jasa keuangan 0,18 persen,” jelasnya.

Wien menambahkan, beberapa harga komoditas Juli 2016 yang mengalami kenaikan angkutan udara, kontrak rumah, nasi dengan lauk, gula, emas perhiasan pasir, daging ayam ras, dan kentang.

“Tarif angkutan udara naik 14,44%, kontrak rumah naik 1,90%, gula pasir naik 6,49%, daging ayam ras naik 4,10%, kentang naik 9,36%, nasi dengan lauk naik 2,50%, dan harga emas perhiasan naik 2,67%,” tambahnya.

“Sedangkan untuk komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain cabai merah, kacang panjang, ikan dencis, kangkung, bawang merah, wortel dan daging sapi,” tutupnya. (wol/eko)

Check Also

Ilustrasi

20 Tahun Reformasi: Perekonomian Indonesia Masih Belum Optimal

MEDAN, Waspada.co.id – 20 tahun Reformasi yang jatuh pada 21 Mei hari ini, merupakan sejarah ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »
Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.