Home / Warta / Politik / Jokowi Klarifikasi Kata ‘Berantem’ Dalam Pidatonya di Hadapan Relawan
Presiden Joko Widodo (foto: Laily Rachev/Biro Pers Setpres)

Jokowi Klarifikasi Kata ‘Berantem’ Dalam Pidatonya di Hadapan Relawan

JAKARTA, Waspada.co.id – Presiden Joko Widodo meminta semua pihak memahami pidatonya beberapa hari lalu secara keseluruhan dan tidak sepotong-potong. Dalam pidato itu, Jokowi memberi arahan kepada relawan, salah satunya tidak mencari musuh namun berani jika diajak berkelahi.

Jokowi meminta semua pihak melihat arahan itu dipahami secara konteks dari awal pidato. “Coba dirunut dari atas. Jangan diambil sepotongnya saja. Nanti enak yang mengomentari kalau seperti itu. Dilihat semuanya, konteksnya akan kelihatan,” kata Jokowi di Ancol, Senin (6/8).

Pada satu bagian pidatonya, Jokowi mengajak relawan berani jika diajak berantem. Tetapi sebelum kalimat itu, Jokowi memang menyatakan para relawan harus menunjukkan kerelawan yang baik dengan tetap menjaga persatuan, kerukunan, tidak menyebarkan kebencian, atau saling mencela.

“Jangan membangun permusuhan, jangan membangun ujaran-ujaran kebencian, jangan membangun fitnah-fitnah. Tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang lain. Tapi kalau diajak berantem juga berani,” ucap Jokowi dalam pidatonya yang memicu kontroversi, Sabtu (4/8).

Pernyataan ini langsung menarik perhatian terutama pihak yang berada di luar pemerintahan, seperti Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono yang menilai hal itu bisa meresahkan masyarakat.

Menurutnya, arahan atau menyemangati menggunakan pilihan diksi ‘berantem’ dapat memotivasi penggunaan kekerasan.

Sementara itu, Juru Bicara Presiden Johan Budi menyatakan pernyataan Jokowi tak bernada provokatif terhadap pihak lawan. Johan yang kini menjadi caleg PDIP itu meminta agar semua pihak tak mengartikan pidato Presiden menjadi kesiapan berkelahi secara fisik.

Sebelumnya, Jokowi mengimbau kepada para relawannya untuk tidak mencari musuh saat masa kampanye Pilpres 2019 dimulai. Meski begitu, Jokowi juga ingin para relawan tidak gentar untuk melawan jika ada yang mengajak berkelahi.

“Jangan membangun permusuhan, jangan membangun ujaran-ujaran kebencian, jangan membangun finah-fitnah. Tidak usah suka mencela, tidak usah suka menjelekkan orang lain. Tapi kalau diajak berantem juga berani,” kata Jokowi di Sentul International Convention Center, Bogor, Sabtu (4/8).

Relawan lantas menyambut riuh imbauan Jokowi tersebut. Gegap gempita Teriakan dan tepuk tangan relawan yang hadir menggema.

Sementara Ketua Umum relawan Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi meminta pernyataan Presiden Jokowi kepada Relawan jangan diplintir. “Pernyataan Jokowi sudah pas dan tepat dalam acara itu. Tidak ada yang berlebihan. Presiden hanya memompa semangat relawannya untuk lebih militan,” kata Budi.

Menurut Budi, presiden Jokowi berpesan supaya para relawan tidak perlu mencari musuh dalam masa kampanye, tetapi juga tidak boleh gentar apalagi takut. “Tidak ada yang salah dengan pernyataan itu, ” jelas Budi.

Budi mengatakan, presiden Jokowi sempat kaget karena para relawan semangat menyambut pernyataan Jokowi itu. “Ini membuktikan Relawan Jokowi sangat militan dan tak pernah gentar,” kata Budi. (cnnindonesia/ags/data1)

Check Also

Mendagri Bolehkan Kepala Daerah Memihak di Pemilu 2019

  JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo membolehkan kepala daerah terjun langsung dalam ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: