Breaking News
Home / Warta / Politik / Jelang Pilpres, Politisi Harus Bersama-sama Turunkan Tensi Politik
Ilustrasi
Ilustrasi

Jelang Pilpres, Politisi Harus Bersama-sama Turunkan Tensi Politik

JAKARTA, WOL – Politisi Senior Fahmi Idris meminta partai politik serta politisi untuk menahan diri dari saling gunjing dimuka umum. Apalagi, menjelang perhelatan Pilkada serentak 2018 serta pemilu 2019.

“Mereka lebih berpikir untuk mementingkan partainya. mementingkan memenangkan calonnya. dan ini semakin mendekati 2018 semakin mendekati 2019, tentu tensinya akan semakin tinggi,” katanya, Selasa (8/8) malam.

Apalagi kata Fahmi, tensi politik bakal makin tinggi jika nanti, baik di pilkada maupun pilpres, sudah keluar calon-calonnya. Tentu saling persaingan makin sengit.”Ini memang memprihatinkan. Dan yang bisa mencegah hal ini adalah politisi itu sendiri, partai politik sendiri,” ungkap Menteri Perdagangan era SBY itu.

Parpol harus mulai secara bijak membatasi pernyataan yang bisa menimnbupkan pro kontra diantara parpol dan masyarakat.”Jangan diulangilah,” tandasnya.

Sebelumnya diketahui, Ketua Fraksi Partai NasDem di DPR RI Viktor Laiskodat dalam sebuah pidato menyebut empat partai mendukung pembentukan negara berbasis khilafah di Indonesia. Diantaranya, Gerindra, PKS, PAN dan Partai Demokrat. PAN dan Gerindra sudah melaporkan hal ini ke kepolisian.

PKS akan melayangkan laporan yang sama pekan depan, sekaligus membawa pidato Victor tersebut ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD), sementara Partai Demokrat mengeluarkan pernyataan keras mengenai isi pidato tersebut.

Sebelum Viktor, ada Arief Puyouno yang menyebut PDI Perjuangan identik dengan PKI. Namun sebelum ramai, Arief langsung melayangkan surat permohonan maaf kepada PDI Perjuangan. (inilah/ags/data1)

Check Also

Istimewa

Efek Buruk Pidato Viktor Bakal Berimbas ke NasDem

JAKARTA, WOL – Pidato politikus Nasdem Victor Bungtilu Laiskodat di depan konstituennya yang menjelekan Partai ...

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.