Home / Warta / Ekonomi dan Bisnis / Jaga Ketahanan Pangan, Inflasi Terjaga dan Ekonomi Tumbuh
Ilustrasi: Shutterstock

Jaga Ketahanan Pangan, Inflasi Terjaga dan Ekonomi Tumbuh

agregasi

 

JAKARTA – Pemerintah dianggap cukup baik melakukan kinerja yang riil serta fokus pada produksi pangan. Upaya tersebut dapat dinilai serius dalam menyasar terealiasasinya ketahanan pangan nasional serta mewujudkan peningkatan produksinya.

Selain itu, antisipasi yang dilakukan Kementerian Pertanian dalam menjaga ketersediaan maupun menciptakan stabilitas harga pangan perlu diapresiasi positif.

Anggota Komisi IV DPR I Made Urip, mengatakan, pemerintah saat ini berusaha menjaga konsistensi ketahanan pangan, di antaranya seperti beras, jagung, kedelai maupun lainnya.

“Misalnya beras, dengan dengan surplus jutaan ton, nah ini kan kemajuan yang cukup besar. Cuma dari sisi distribusi perlu dibenahi, dari sektor produksi ke pasar beras,” ujar Urip dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Sabtu (17/11/2018).

Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini mengumumkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III tahun 2018 sebesar 5,17%. Capaian pertumbuhan ekonomi itu salah satunya disebabkan terjaganya inflasi, khususnya dari bahan pangan.

grafik

Berdasarkan data BPS, inflasi bahan pangan amat kecil nilainya hanya sebesar 0,15%. Kecilnya inflasi di subsektor bahan pangan memastikan tidak terjadinya gejolak kenaikan harga serta tercukupinya ketersediaan di pasaran.

Menanggapi paparan data tersebut, Urip meminta agar pemerintah Indonesia, salah satunya keterlibatan Kementan, semakin membangun jaringan sinergi dengan stakeholder guna lebih menekan lagi angka inflasi.

“Selama ini pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memikul inflasi, itu sudah terlaksana. Ya tentu ketahanan pangan kita cukupilah di daerah, di pasar dan juga komunitas. Itu harus disiapkan oleh petani,” ucap Urip.

Masih soal kecilnya inflasi dari sektor pangan, Urip juga berpendapat karena menanjaknya capaian nilai ekspor komoditas dari Kementan. Tinggal menambah pembenahan kondisi pemerataan dan distribusi sehingga mampu mengurangi inflasi di daerah.

“Tentu nilai impornya juga harus dikurangi karena akan mengganggu kondisi dalam negeri,” kata Urip.

Check Also

Gus Irawan: Pembangunan Infrastruktur Tak Signifikan Ke Pertumbuhan Ekonomi

JAKARTA, Waspada.co.id – Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI Gus Irawan Pasaribu menyatakan pembangunan infrastruktur ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: