Home / Warta / Indonesia Hari Ini / IPW: AKBP Yusuf Penendang Ibu-Ibu Tidak Pantas Jadi Polisi, Pecat Saja!
AKBP Yusuf menendang ibu-ibu yang dituduh mencuri. (Foto: Ist)

IPW: AKBP Yusuf Penendang Ibu-Ibu Tidak Pantas Jadi Polisi, Pecat Saja!

agregasi

 

JAKARTA – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, tindakan AKBP Yusuf, seorang polisi di Bangka Belitung yang menendang seorang ibu-ibu yang dituduh mencuri tak mencerminkan polisi yang harusnya melindungi masyarakat.

“Tindakan yang dilakukan polisi itu adalah tindakan biadab yang tidak berprikemanusiaan yang bertolak belakang dengan misi Polri sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat,” kata Neta saat dihubungi Okezone, Jumat (13/7/2018).

Kapolri Jenderal HM Tito Karnavian telah mencopot AKBP Yusuf dari jabatannya sebagai Kasubid Ditpamobvit Polda Kepulauan Bangka Belitung. Meski demikian kata Neta, pencopotan tersebut belum cukup karena hal serupa bisa saja kembali terjadi.

“Orang seperti ini tidak pantas menjadi polisi! Untuk itu selain dicopot dari jabatannya, polisi seperti itu harus dipecat dari anggota Polri sebagai terapi kejut agar kasus yang sama tidak terulang dan kemudian diproses hukum hingga ke pengadilan,” tuturnya.

Menurutnya, tidak tepat bagi seorang polisi yang seyogianya melindungi masyarakat mengambil tindakan berlebihan.

“Setiap orang yang melakukan penganiayaan harus ditahan karena ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara dan kemudian diproses di pengadilan. Apalagi pelakunya adalah anggota polisi yang seharusnya mengayomi masyarakat, hukumannya harus lebih berat,” tegasnya.

AKBP Yusuf.

Tito Karnavian naik pitam mendengar anak buahnya AKBP Yusuf menendang seorang ibu-ibu yang dituduh mencuri barang di toko miliknya. Aksi main hakim sendiri oleh oknum polisi itu terekam video dan viral di media sosial.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Muhammad Iqbal mengatakan, Tito marah besar karena tindakan Yasuf tidak mencerminkan prilaku perwira polisi yang seharusnya melindungi dan mengayomi masyarakat.

“Terkait dengan video pemukulan itu, Kapolri marah besar. AKBP Y tidak mencerminkan polisi yang promoter,” kata Iqbal ketika dihubungi wartawan, Jumat (13/7/2018).

Menurut Iqbal, sejak awal Tito mengkampanyekan polisi yang promoter (profesional, modern dan terpercaya). Sikap promoter itu difokuskan pada tiga kebijakan utama yang salah satunya memperbaiki kultur. Polri harus menghilangkan arogansi kekuasaan dan menekan kekerasan eksesif.

Sehingga, kata Iqbal, wajar apabila Tito marah besar karena berulang kali telah mengingatkan anggotanya untuk bersikap keras. Namun koridornya adalah terhadap para penganggu ketertiban umum, pelaku kriminal yang membahayakan nyawa masyarakat dan membahayakan nyawa petugas.

Diketahui, Yusuf menganiaya seorang ibu-ibu yang dituduh sebagai pencuri di toko miliknya di Jalan Selindung, Pangkalpinang. Peristiwa itu terjadi pada Rabu 11 Juli 2018 sekitar pukul 19.00 WIB, dan viral di media sosial.

Check Also

IPW: Peningkatan Status Siaga Polri Adalah Bentuk Antisipasi

  JAKARTA – Kerusuhan di Mako Brimob oleh napi teroris dan rentetan ledakan bom membuat ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d bloggers like this: